Presiden Jokowi: Perlu Langkah Konkrit Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.856 Kali
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas membahas penanggulangan kekerasan terhadap anak, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/10)

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas membahas penanggulangan kekerasan terhadap anak, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, pekerjaan rumah pemerintah dalam mengantarkan anak-anak untuk memasuki masa depan masih cukup banyak. Saat ini masih terlihat berbagai tindak kekerasan terhadap anak mulai dari perdagangan anak, diskriminasi, narkoba, korban kekerasan seksual, sampai pada tindak kekerasan lainnya pada anak.

Untuk itu, Presiden Jokowi menginstruksikan perlunya langkah-langkah yang konkrit penanggulangan kekerasan terhadap anak. “Ini harus betul-betul nyata dan konkrit serta terlihat,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada rapat terbatas yang membahas mengenai pencegahan dan penanggulangan masalah kekerasan terhadap anak, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/10).

Namun Kepala Negara mengingatkan, bahwa Pemerintah tentu saja tidak bisa bertindak sendiri, karena apapun masalah anak berkaitan dengan masalah di dalam lingkup keluarga, yang berkaitan dengan masalah akhlak, moral, norma dan budi pekerti yang harus ditanamkan dari sejak dini.

“Juga pada hal yang berkaitan pada lingkungan dimana anak-anak kita bergaul. Juga sangat mempengaruhi lingkungan di sekolah perkembangan anak,” kata Presiden Jokowi seraya menyebutkan, saat inipun media, baik media massa maupun sosial media juga sangat mempengaruhi anak-anak kita.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi berharap agar ini bisa dikoordinasikan semuanya. Presiden me inta agar kampanye peningkatan kepedulian masyarakat agar tidak terjadi pembiaran terhadap anak, dan penyadaran terhadap masyarakat tentang pemenuhan hak anak itu bisa dilakukan secara masif. Sehingga bisa terlihat dampak langsungnya di masyarakat.

Rapat terbatas itu diikuti oleh Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Mendikbud Anies Baswedan, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Jaksa Agung Prasetyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.(FID/EN/UN/RAH/ES)

Berita Terbaru