Presiden Jokowi Pimpin Ratas Antisipasi Peningkatan Aktivitas Gunung Agung dan Gunung Sinabung

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 September 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 25.944 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin ratas mengenai antisipasi peningkatan akivitas G. Agung dan G. Sinabung, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/9) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin ratas mengenai antisipasi peningkatan akivitas G. Agung dan G. Sinabung, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/9) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai antisipasi peningkatan aktivitas Gunung Agung, di Kabupaten Karangasem, Bali, dan laporan perkembangan Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/9) siang.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nubaya.

Selain itu hadir juga dalam ratas tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Panglima TNI Jend.  Gatot Nurmantyo, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Wagub Sumut Nur Hajizah, Kepala BNPB Willem Rampangiley, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Klungkung I nyoman Suwirta, dan Bupati Karangasem Iga Mas Sumatri.

Sebagaimana diketahui, sejak 22 September lalu, Gunung Agung dinyatakan berstatus Awas, dan masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun dalam radius 9 kilometer. Hingga Rabu (27/9) siang, tercatat ada 96.086 warga sekitar Gunung Agung yang mengungsi di 430 titik pengungsian di 9 kabupaten/kota.

Sementara Gunung Sinabung yang masih berada dalam status Awas, masih terus mengeluarkan abu vulkanik. Masyarakat diminta agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak (Gunung Sinabung, Red), dan secara sektoral dari puncak dalam jarak tujuh kilometer ke selatan-tenggara, enam kilometer ke tenggara-timur dan empat kilometer timur-utara. (DNA/SM/JAY/ES)

 

 

Berita Terbaru