Presiden Jokowi Pimpin Ratas Bahas Pengembangan Wilayah di Kaki Jembatan Suramadu

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Februari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 18.917 Kali
Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas tentang pengembangan wilayah di kaki Jembatan Suramadu (3/2). (Foto:Humas/Deni)

Presiden Jokowi pimpin Rapat Terbatas tentang pengembangan wilayah di kaki Jembatan Suramadu (3/2). (Foto:Humas/Deni)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas yang membahas pengembangan wilayah di kaki Jembatan Suramadu, Jawa Timur, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/2) siang.

Dalam pengantarnya Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa tahun 2016 ini perhatian pemerintah bukan hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi tapi juga akan mengarahkan pada pemerataan pembangunan. 

“Arahnya jelas bahwa kita ingin ada pemerataan pembangunan di Jawa dan di luar Jawa, di Indonesia di bagian barat juga di Indonesia bagian timur. Dan paradigma pembangunan harus bersifat Indonesiasentris. Sehingga pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat di seluruh pelosok,” tegas Presiden.

Terkait pengembangan wilayah di kaki Jembatan Suramadu, Presiden Jokowi  mengingatkan bahwa Jembatan Suramadu dibangun untuk mencapai sebuah tujuan, yaitu percepatan pengembangan dan pembangunan di wilayah terutama di Pulau Madura.

“Dengan adanya Jembatan itu, maka mobilitas orang dan mobilitas barang akan lebih efisien, akan lebih cepat dibandingkan sebelumnya dengan menggunakan transportasi laut atau kapal,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, tujuan utama pembangunan Jembatan Suramadu adalah menggerakkan perekonomian di Jawa Timur, serta mempercepat pengembangan dan pembangunan wilayah terutama di Pulau Madura. Sehingga mengurangi ketimpangan antar wilayah dan pemerataan pembangunan dapat tercapai.

Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang PMK Puan Maharani, Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menhub Ignasius Jonan, Menkominfo Rudiantara, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Wali Kota Surabaya terpilih Tri Rismaharini. (FID/DAN/ES)

Berita Terbaru