Presiden Jokowi: Rencana Aksi Kemitraan Indonesia – Denmark Segera Ditandatangani

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 November 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 12.473 Kali
Presiden Jokowi menerima sebuah buku dari PM Denmark Lars Løkke Rasmussen, seusai keduanya melakukan konferensi pers bersama, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jabar, Selasa (28/11) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menerima kumpulan album Metallica dari PM Denmark Lars Løkke Rasmussen, seusai keduanya melakukan konferensi pers bersama, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jabar, Selasa (28/11) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik akan ditandatanganinya  pengesahan rencana aksi implementasi kemitraan Indonesia-Denmark 2017-2020, yang merupakan tindak lanjut dari kemitraan inovatif yang ditandatangani saat kunjungan Ratu Denmark, dua tahun lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri (PM) Denmark, Lars Løkke Rasmussen, seusai keduanya memimpin pertemuan bilateral delegasi kedua negara, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11) siang.

Pertemuan kali ini, menurut Presiden Jokowi merupakan suatu kehormatan bagi dirinya dapat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Lars Løkke Rasmussen, yang merupakan kunjungan pertama pemimpin pemerintahan Denmark itu ke negara Asean

“Semua hal ini tentunya perlu dimaknai sebagai komitmen meningkatkan hubungan bilateral antara Denmark dan Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Bersahabat dan Produktif

Mengenai pertemuannya dengan PM Denmark itu, Presiden Jokowi menggambarkan telah berlangsung dengan hangat, bersahabat, terbuka, dan produktif. Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Lars Løkke Rasmussen itu.

Yang pertama, Presiden Jokowi menyambut baik kenaikan signifikan investasi Denmark ke Indonesia sebesar 1.260% dengan iklim investasi di Indonesia yang semakin baik.  “Kita berharap kerja sama investasi semakin meningkat,” ujarnya.

Yang kedua, menurut Kepala Negara, dirinya telah menyampaikan concern serius Indonesia mengenai tindakan diskriminatif dan kampanye hitam terhadap kelapa sawit yang masih terus berlangsung di Eropa.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara juga meminta dukungan Denmark terhadap negosiasi Indonesia  dalam penyusunan perjanjian kerja sama komprehensif dengan Uni Eropa.

Yang ketiga, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia dan Denmark sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim, antara lain kerja sama pemberantasan IUU Fishing dan dukungan Denmark terhadap Our Ocean Conference di Indonesia Tahun 2018.

Keempat, Indonesia dan Denmark juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang lingkungan hidup, antara lain melalui Environment Sport Program.

“Beberapa proyek kerja sama yang penting antara lain proyek pelestarian hutan harapan di Jambi, kerja sama di bidang lingkungan hidup antar universitas, dan kerja sama di bidang pengelolaan limbah dan manajemen air, dan manajemen pembuangan sampah di mana MoU-nya telah dipertukarkan tadi,” sambung Presiden Jokowi.

Yang kelima, lanjut Presiden, energi terbarukan juga menjadi pokok bahasan dalam pertemuan ini. Kerja sama akan difokuskan pada target jangka panjang, pemenuhan kebutuhan energi baru terbarukan dan konservasi energi, pengembangan kerja sama di energi baru merupakan salah satu prioritas. (RMI/OJI/ES)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru