Presiden Jokowi Sanggupi Permintaan Tambahan Pembangunan 6 Waduk di NTT

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Desember 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 23.252 Kali
Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjawab wartawan, di Kupang, NTT, Sabtu (20/12) pagi

Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjawab wartawan, di Kupang, NTT, Sabtu (20/12) pagi

Seusai menghadiri peringatan HUT ke-56 Provinsi Nusa Tenggara Timur (TT), Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Iriana, dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjawab pertanyaan dari wartawan. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi  menegaskan keinginan pemerintah pusat untuk  mendorong antarprovinsi ada kerja sama yang konkret dan jelas.

Dengan demikian, apa yang menjadi kelebihan/surplus di suatu daerah bisa diambil Provinsi lain. Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan, Provinsi NTT misalnya yang memiliki kelebihan ikan dan daging. Hal ini bisa diambil dan dijual ke provinsi lain.

Presiden Jokowi juga mengemukaka, ia telah mendapatkan keluhan dari Bupati mengenai waduk. “Para bupati meminta ada tambahan sekitar 6 waduk,” katanya.

Terkait permintaan Bupati itu, Presiden Jokowi menyanggupi penambahan waduk tersebut. Selain itu, pada tahun ini dan tahun depan juga akan dibangun masing-masing satu waduk di Provinsi NTT.

“Waduk di NTT berfungsi bukan hanya untuk irigasi air namun juga listrik dan air baku. Inilah yang ke depan akan dikerjakan di Provinsi NTT terkait pengairan dan peternakan,” terang Presiden Jokowi.

Perdagangan Manusia dan Listrik

Saat disinggung mengenai perdagangan manusia yang marak terjadi, Presiden Jokowi mengaku telah merintahkan kepada  Kapolda NTT untuk mengusut dengan tuntas masalah tersebut. “Jangan sampai ada yang melindungi terkait perdagangan manusia, tidak boleh,” tegasnya.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar permasalahan TKI illegal yang banyak terjadi di NTT diselesaikan,  baik yang di dalam negeri maupun luar negeri. Presiden Jokowi mengaku juga telah menginstruksikan masalah ini kepada Menteri Ketenagakerjaan dan Kepala BNP2TKI untuk menyelesaikannya.

Selain itu, Presiden juga menegaskan bahwa masalah lain yang hampir sama di provinsi lain untuk diselesaikan seperti listrik dan yang lain-lain. Setelah hadiri ultah ke-56 NTT, Presiden Jokowi menuju Bandara El Tari, Kupang untuk berangkat menuju Atambua, Kabupaten Belu, yang merupakan daerah perbatasan RI dengan Timor Leste. (EN/RAM/ES)

Berita Terbaru