Presiden Jokowi Sebut Masukan Yang Diberikan SBY Sangat Bagus

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 37.360 Kali
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang santai, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11) sore. (Foto: Rusman/Setpres)

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang santai, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11) sore. (Foto: Rusman/Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai masukan yang telah disampaikan oleh Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konperensi pers di kediamannya, kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11) kemarin, sangat bagus.

“Bagus, sangat bagus. Beliau memberikan masukan kepada pemerintah artinya bagus, sangat bagus,” kata Presiden Jokowi menanggapi pertanyaan wartawan dalam keterangan pers bersama Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang digelar secara mendadak, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11) sore.

Mengenai info intelijen terkait informasi rencana aksi demonstrasi oleh elemen masyarakat pada Jumat (4/11) besok yang disoroti oleh SBY tidak akurat, Presiden Jokowi tidak membantah atau membenarkan. ”Ya namanya manusia kadang-kadang kan bisa bener bisa enggak bener, bisa error bisa enggak error,” tuturnya.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendampingi Presiden Jokowi dalam keterangan pers itu menambahkan, intel itu informasi kemudian dianalisa. Analisa, menurutnya, boleh berbeda.

“Mungkin yang ditangkap Pak SBY beda, yang dianalisa kita juga beda. Tapi itu biasa saja, beliau juga pasti dulu memakai informasi, itu biasa. Kalau negara tidak ada intelijen, berarti negara tidak ada mata telinga. Intelejensi untuk maksud baik, supaya jangan terjadi. Jangan lupa itu,” tutur Wapres.

Sebelumnya terkait pertemuannya dengan SBY, Selasa (1/11) malam, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, dirinya selalu berkomunikasi dengan (Presiden), sebelum dan sesudahnya pun diskusikan, karena SBY itu juga punya maksud baik, yaitu memberikan saran pada pemerintah bagaimana. “Tentu sudah kita pahami, tidak ada masalah,” ujarnya.

Wapres juga menegaskan, dirinya dan Presiden Jokowi juga beberapa kali bertemu SBY, termasuk pada saat bulan Ramadan lalu juga buka puasa bersama.

Demikian juga soal mengapa bukan Presiden Jokowi yang bertemu SBY, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai itu hanya soal waktu saja. (FID/ES)

Video Terbaru:
Minta Siapkan Pra Lelang APBN 2017, Presiden Jokowi Targetkan 2018 Pertumbuhan 6% Lebih
Presiden Jokowi: Perbankan Harus Aktif Mendatangi Mahasiswa, Pelajar
Dialog Presiden Jokowi dengan Giring Nidji dalam Peringatan Hari Menabung Sedunia
Pengantar Presiden Jokowi pada ratas Perkembangan Pembangunan Proyek Listrik 35.000 MW (1/11)
Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang Rencana Aksi Unjuk Rasa pada tanggal 4 November 2016

Berita Terbaru