Presiden Jokowi: Sejak ‘70an, Pertamina Tidak Pernah Melakukan Eksplorasi Dalam Jumlah Besar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Mei 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 11.037 Kali
Presiden saat menghadiri acara The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di JCC, Jakarta, Rabu (2/5). (Foto: Humas/Agung)

Presiden saat menghadiri acara The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di JCC, Jakarta, Rabu (2/5). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku geleng-geleng kepala mendapatkan informasi, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) sejak tahun ‘70an tidak pernah melakukan eksplorasi dalam jumlah besar sampai saat ini.

“Ini ada apa?,” kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya saat membuka The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (2/5) pagi.

Oleh sebab itu, setahun yang lalu, Presiden mengaku memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas sebanyak-banyaknya regulasi atau peraturan yang ada di Kementerian ESDM.

Saat ini, lanjut Presiden, sudah dipangkas 186 peraturan, khusus upstream/hulu ada 14 peraturan, yang membuat ruwet investasi yang hendak masuk di bidang ini.

“Yang kita harapkan ini bisa lebih menyederhanakan, bisa lebih memudahkan, sehingga investasi semakin banyak masuk ke negara kita Indonesia,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan, terutama di kementerian-kementerian bahwa regulasinya masih kurang kondusif, bertele-tele, banyak prosedur, dan berbelit-berbelit.

“Itulah di depan tadi saya sampaikan bahwa perizinan, bahwa prosedur di sektor migas nasional kita harus dipangkas, harus disederhanakan, jangan lagi berbelit-belit,” tutur Presiden.

Presiden meminta agar regulasi dan peraturan yang masih menyebabkan pusing disampaikan secara blak-blakan ke menteri terkait. Ia menambahkan jika tidak direspons oleh menteri terkait langsung sampaikan kepada dirinya.

“Termasuk juga urusan yang berkaitan dengan grosssplit, bicarakan apa yang harus diperbaiki di situ, apa yang harus dibenahi  di situ. Karena di bulan ini kita akan membuka yang namanya online single submission yang kita harapkan nantinya izin itu hanya dilayani di satu gedung, tidak usah muter-muter dari satu kementerian ke kementerian yang lain, dari satu dirjen ke dirjen yang lain,” terang Presiden Jokowi.

Pembukaan acara yang mengambil tema “Driving Indonesia’s  Oil & Gas Competitiveness” itu dihadiri oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden IPA, serta para peserta konvensi IPA. (FID/ES)

Berita Terbaru