Presiden Jokowi: Setiap Ke Daerah, Keluhannya: “Pak Disini Listrik Byar Pet”

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 27.844 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan Gubernur Awang Faroek saat menghadiri peresmian proyek strategis Kaltim, di Kab. Penajam Paser Utara, Kamis (19/11)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan Gubernur Awang Faroek saat menghadiri peresmian proyek strategis Kaltim, di Kab. Penajam Paser Utara, Kamis (19/11)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, ada keluhan yang sama yang disampaikan warga kepadanya di setiap daerah yang dikungjunginya. Di semua propinsi juga seperti itu.

“Setiap saya pergi ke propinsi, setiap saya pergi ke daerah, ke kabupaten, selalu keluhannya satu: “Pak, listrik di sini byar-pet,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peletakan batu pertama atau groundbreaking  proyek-proyek strategis Kalimantan Timur, yang dipusatkan di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (19/11) sore.

Presiden melanjutkan, kembali ke tempat lain: “Pak, listrik di sini byar-pet.” Ke tempat lain: “Pak, di sini byar-pet.” Menginap di hotel, manajer hotelnya: “Pak, di sini byar-pet.”

Menurut Presiden Jokowi, itu adalah problem besar kita yang harus diatasi secepat-cepatnya. Tapi ia mengingatkan, yang namanya membangun power plant, pembangkit listrik itu memerlukan waktu. Presiden mencontohkan, selama 70 tahun merdeka, kita hanya bisa membangun 53 ribu MW (Mega Watt).

Dalam lima tahun ini, lanjut Presiden Jokowi, memang untuk mengejar, ada kebutuhan 35 ribu MW. Sangat besar sekali. “Kalau itu tidak terkejar, saya tidak tahu akan terjadi kejadian apa. Byarpet-nya mungkin tidak lima kali, bisa 2-3 kali lipat, bisa 10-15 kali setiap hari,” kata Presiden Jokowi.

Oleh sebab  itu, Presiden menegaskan, bahwa  35 ribu MW itu kebutuhan, bukan target.  Kebutuhan yang harus secepat-cepatnya diadakan. Diakuinya, banyak yang pesimis, karena 70 tahun saja hanya 53 ribu MW, ini lima tahun mau ngejar 35 ribu.

Namun Presiden menegaskan, buat dirinya  tidak ada kata-kata tidak mungkin.” Insha Allah. Karena problem kita, seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Gubernur, problem kita itu hanya diperizininan yang terlalu lama. Mengurus izin pembangkit listrik,” paparnya.

Presiden Jokowi mengaku sudah bertanya yang mengurus perizinan pengadaan listrik itu. Jadanya, ada yang ngomong 2 (dua) tahun, 4 (empat) tahun, bahkan 6 (enam) tahun belum beres.

“Bayangkan betapa pemerintahan kita ini kebanyakan izin. Siapa yang mau membangun pembangkit listrik kalau mengurus izinnya seperti itu. Siapa yang mau? Sudah lemas sebelum izinnya selesai,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dari 69 izin yang diperlukan sebelumnya, pemerintah sudah memoton tinggal 22 izin. Namun Presiden menilai, ini masih kebanyakan, karena kalau dihitung memerlukan waktu 265 hari, hampir setahun, sehingga kalau diteruskan tidak akan mungkin 35 ribu MW tercapai.

Presiden Jokowi menegaskan, itu yang memang harus dirombak, dirubah total.

Ia mengingatkan, negara manapun sekarang ini saling bersaing, saling berkompetisi, untuk mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya. Kota juga sama, kabupaten juga sama, propinsi juga sama, negara juga sama.

“Karena semakin banyak arus uang masuk ke sebuah kota, semakin banyak arus modal masuk ke sebuah propinsi, semakin banyak arus investasi masuk ke sebuah negara,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, semakin banyak arus uang yang ada di sebuah daerah, di sebuah propinsi, di sebuah negara, akan semakin makmur rakyat di kabupaten itu, di propinsi itu, di negara itu.

Presiden juga mengingatkan, kalau kita memakai APBN, tidak akan, masih jauh dari cukup. Sangat jauh sekali karena infrastruktur kita habisnya kira-kira Rp 5 ribu triliun. Dari APBN siap kira-kira hanya Rp 1.400 triliun.

“Kekurangannya dari mana? Apakah nunggu berpuluh-puluh tahun. Tidak bisa. Akan ditinggal oleh negara yang lain,” kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya.

Namun Presiden Jokowi berpesan agar investasi yang masuk itu juga dihitung. Jangan investasi yang masuk nanti menguras sumber daya alam kita.

“Kalkulasi. Itu kalau di kabupaten, atau propinsi, atau kota, Bappeda-nya hitung, jangan sampai nanti investasi justru menguras sumber daya alam kita. Itu juga harus dihitung,” tutur Jokowi seraya menambahkan, kalau yang namanya industri, infrastruktur, manufaktur, silahkan, karena itu pasti akan memberikan nilai tambah pada bahan mentah (raw material) yang ada di sebuah negara, propinsi, maupun daerah.

Proyek-proyek strategis Kalimantan Timur yang diresmikan groundbreakingnya oleh Presiden Jokowi di Kabupaten Penajam Paser Utara itu adalah: 1. Kereta Api Borneo; 2. Kawasan industri Buluminung (10 Technopark): 3. Pelabuhan Buluminung; 4. Jalan tol Balikpapan-Samarinda: dan 5. Jembatan Pulau Balang.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu adalah Menteri Perindustrian Saleh Husin, Seskab Pramono Anung, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Kepala Staff Kepresidenan Teten Masduki. (DND/OZI/ES)

 

Berita Terbaru