Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Toleransi Pembakar Hutan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 19.706 Kali
Presiden Jokowi berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat meninjau lokasi kebakaran hutan, di OKI, Sumsel, Minggu (6/9)

Presiden Jokowi berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat meninjau lokasi kebakaran hutan, di OKI, Sumsel, Minggu (6/9)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat keamanan menindak tegas perusahaan-perusahaan yang membakar lahan sehingga menyebabkan kabut asap di enam provinsi.

“Sudah saya perintahkan ke Kapolri untuk ditindak setegas-tegasnya, sekeras-kerasnya untuk perusahaan yang tidak mematuhi,” ujar Presiden Jokowi saat meninjau kebakaran hutan di Dusun Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Selatan, Minggu (6/9).

Menurut Presiden Jokowi, titik api terbanyak di Sumatera Selatan. Tapi hari ini jumlahnya menurun dari 321 menjadi 129 titik. Padahal, lanjut Presiden, tahun lalu 8.000 ha hutan yang terbakar, sekarang 1.000 ha lebih sedikit.

Dalam akun twitternya @jokowi yang diunggahnya Minggu (6/9), Presiden Jokowi mengatakan, walaupun luas hutan terbakar tahun ini sudah menurun, namun tetap tidak ada toleransi bagi pembakar hutan.

Presiden Jokwi juga mengingatkan kepada seluruh kementerian lembaga, TNI/Polri, dan semua yang terkait, bahwa tindakan yang terbaik adalah tindakan preventif. Untuk itu, Presiden meminta agar dibuat sistem di mana pemilik lahan memiliki kewajiban untuk mencegah, supaya kebakaran tidak terus berulang.

Dalam kesempatan itu Presiden juga mengingatkan bahwa dirinya telah menggerakan orang untuk mengawasi dan mengontrol agar tidak terjadi kebakaranan sejak April 2015.

“Jangan sudah kebakaran luas ini menjadi sulit. Jadi tadi saya sampaikan, saya tidak ingin lagi bicara masalah penyebabnya apa, solusinya apa. Semuanya sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Jokowi.

Namun saat ini Presiden Jokowi meminta untuk segera menyelesaikan masalah kebakaran lahan di lapangan, tapi tahun depan pencegahan harus dinomorsatukan. (WID/ES)

Berita Terbaru