Presiden Minta Segera Keluarkan Anggaran Berkaitan Kesehatan, Bansos, dan Stimulus Ekonomi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Juni 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 98 Kali

Presiden saat memberikan arahan pada peninjauan Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (30/6). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota agar anggaran-anggaran yang berkaitan dengan kesehatan, bantuan sosial (Bansos), dan stimulus ekonomi segera dikeluarkan, karena menyangkut peredaran uang yang ada di masyarakat.

”Berkaitan dengan belanja Bansos juga disegerakan. Ini penting agar social safety net bagi warga kita terpenuhi, terutama yang memang terkena dampak dari Covid-19 ini,” tutur Presiden saat memberikan arahan pada peninjauan Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Berkaitan dengan stimulus ekonomi terutama untuk usaha mikro usaha kecil, Presiden minta betul-betul Provinsi, Kabupaten dan Kota melihat lapangan dan anggarannya untuk juga disiapkan.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan Kota menyiapkan anggaran tersebut sehingga ini berlapis-lapis dan tidak ada yang tercecer.

”Tiga hal ini segera keluarkan dari APBD kita, sekali lagi, agar peredaran uang di masyarakat semakin besar,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan telah memberikan perintah di seluruh Kementerian dan Lembaga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada dan akan dipantau setiap hari.

“Saya sekarang tahu setiap hari Kementerian ini sudah keluar berapa persen, Lembaga ini sudah keluar berapa persen, kalau masih rendah, saya telepon langsung saya tegur, langsung menterinya atau kepala lembaganya,” jelas Presiden.

Menurut Presiden, jangan membiarkan uang yang beredar semakin kering atau sedikit sehingga harus terus belanja-belanja untuk mendorong agar peredaran uang yang ada di masyarakat semakin banyak.

Diakui Presiden, posisi sekarang ini strategi intervensi yang berbasis lokal itu yang paling efektif untuk menangani Covid-19.

”Jadi mengarantina, mengisolasi RT, mengisolasi RW, mengisolasi kampung atau desa itu lebih efektif daripada kita mengarantina Kota atau Kabupaten, ini lebih efektif. Jadi strategi ini agar kita pakai bersama-sama sehingga kita harapkan terjadi penurunan di Rt maupun di R0,” jelasnya.

Pada bagian akhir, Presiden sampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran di provinsi Jawa Tengah.

”Kita harapkan dalam bulan depan Juli, betul betul kita semuanya bekerja keras sehingga Jawa Tengah turun dan Covid-19 betul-betul bisa hilang dan insyaallah ekonomi kita bisa merangkak kepada sebuah pertumbuhan yang normal kembali,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda kali ini Seskab Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala BNPB Doni Monardo. (HIM/EN)

Berita Terbaru