Presiden Obama Apresiasi Reformasi Ekonomi Yang Dilakukan Presiden Jokowi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 22.162 Kali
Presiden Jokowi dan Presiden AS Barack Obama menyampaikan pernyataan pers bersama, di Gedung Putih, Washington DC, AS, Senin (26/10) siang waktu setempat

Presiden Jokowi dan Presiden AS Barack Obama menyampaikan pernyataan pers bersama, di Gedung Putih, Washington DC, AS, Senin (26/10) siang waktu setempat

Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, AS, Senin (26/10) sekitar pukul 14.35 waktu setempat atau Selasa (27/10) pukul 01.35 WIB berlangsung selama 1 jam lebih, tepatnya 1 jam 10 menit, yang kemudian disambung dengan pernyataan pers bersama kedua presiden sekitar 20 menit.

“Pertemuan berlangsung dengan sangat baik, akrab dan juga produktif. Awal pertemuan diawali dengan pernyataan belasungkawa Presiden Obama kepada Presiden Jokowi atas meninggalnya eyang Presiden Jokowi, Insani Wirorejo, Sabtu (24/10) lalu,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi kepada wartawan di Blair House, Washington DC, AS, Senin (26/10) malam waktu setempat atau Selasa (27/10) pagi WIB.

Menurut Menlu, dalam pertemuan kedua Presiden itu dibahas sejumlah isu, baik dalam konteks bilateral maupun dalam konteks regional dan multilateral.

Pertama, kata Menlu, bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat menengarai satu tahapan baru hubungan bilateral antara Indonesia dan AS dengan diluncurkannya strategic partnership antara kedua negara.

“Dapat saya sampaikan bahwa sejak tahun 2010 telah ada apa yang dinamakan comprehensive partnership. Kunjungan kali ini menandai satu tahapan baru hubungan bilateral dengan disepakatinya strategic partnership antara kedua negara,” jelas Menlu seraya berjanji detil dari masalah tersebut akan disampaikannya secara terpisah.

Yang kedua pada saat bicara mengenai masalah substansi bilateral, lanjut Menlu,  Presiden Obama memberikan apresiasi atas peran yang telah dimainkan oleh Indonesia di Asia. Amerika Serikat berharap agar Indonesia tetap memainkan perannya di Asia.

Selain itu, AS mengapresiasi peran Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang sekaligus negara yang berdemokrasi, memiliki budaya toleransi, plurarisme, dan lain sebagainya.

Ketiga, menurut Menlu Retno Marsudi,  kedua Presiden berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Presiden Obama meminta tim ekonomi kedua negara untuk duduk dan mengidentifikasi kerjasama-kerjasama ekonomi yang dapat dilakukan kedua negara, termasuk di bidang-bidang investasi dan juga perdagangan apa yang dihadapi oleh kedua negara sehingga dengan tim ekonomi duduk maka akan dapat dilihat, hubungan ekonomi mana yang dapat diperkuat, hambatannya apa, dan sebagainya.

“Presiden Obama juga mengapresiasi reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. AS memantau dengan dekat Paket-paket Kebijakan Ekonomi yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Jokowi, dan dari sejak awal Presiden baru saja memimpin Pemerintahan,” papar Menlu seraya menyebutkan, bahwa  Presiden Obama juga mengapresiasi masalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dialihkan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih strategis.

Jadi, lanjut Retno, intinya di bilateral itulah yang dibahas oleh kedua Presiden. Sementara Presiden Jokowi juga menyampaikan potensi kita di bidang digital ekonomi yang juga diapresiasi oleh Presiden Obama, dan juga kedua Presiden bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang digital ekonomi.

Untuk isu regional dan multilateral, menurut Menlu, hal-hal yang dibahas antara lain mengenai kerja sama maritim, kemudian kerja sama di bidang climate change, dan juga kerjasama di bidang counter terrorism.

Menlu Retno Marsudi juga menyampaikan, telah dilakukan penandatangan ada 4 (empat) Memorandum of Understanding (MoU) antar Pemerintah kedua yang dilakukan secara terpisah, yaitu kerjasama di bidang maritim, kerjasama di bidang  energi, kerjasama di bidang pertahanan, dan kerjasama di bidang fuel alternatif. (UN/SI/ES)

 

Berita Terbaru