Presiden SBY: Ketika Saya Lahir 65 Tahun Lalu, Tidak Semua Anak Selamat

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 9 September 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 86.504 Kali

ultah_65Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan ‘kejutan’ yang mengharukan di Hari Ulang Tahunnya yang ke-65. Saat turun dari podium, usai memberikan sambutan, SBY disambut nyanyian ulang tahun, dan seorang bocah Nicholah Daffa Armi Putra ,8, menyerahkan bunga ucapan ulang tahun kepadanya.

SBY pun terharu, kedua tangannya tampak mengusapkan mata. Ia lantas mengusap kepala Nicholah.Anak laki-laki kecil itu menangis, lalu kemudian dirangkul oleh Ibu Ani.

Sebelumnya, saat akan memberikan sambutannya sebagai kepala negara, tiba-tiba sekelompok pemusik muncul dengan membawa seperangkat angklung. Mereka langsung menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun kepada Presiden SBY.

Sejumlah menteri yang hadir dalam acara serta seluruh orang yang ada di sekitar pun langsung turut bernyanyi mengucapkan selamat ulang tahun kepada SBY yang saat itu didampingi istrinya, Ani Yudhoyono.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Selasa (9/9), Presiden SBY merayakan ulang tahunnya yang ke-65. Meski demikian, Presiden SBY tetap bekerja seperti biasa. Pada Selasa (9/9) pagi, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono meresmikan Pusat Kesehatan Ibu dan Anak (PKIA) Rumah Sakit Cipto Mangkunkusumo (RSCM) Jakarta, Selasa (9/9).

Dalam sambutannya, SBY mengakui hari ini, tanggal 9 September merupakan hari ulangtahunnya yang ke-65. “Saya 65 tahun lalu masih bayi, lahir di lingkungan Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur yang miskin, terisolasi dan terbelakang,” papar SBY.

Ketika ia lahir, kata SBY, tidak semua anak yang lahir selamat. Juga tidak semua ibu-ibu yang melahirkan pada waktu itu selamat.

Presiden menyampaikan pujian kepada RSCM, para dokternya, yang telah membangun PKIA. Presiden menilai PKIA merupakan bukti nyata suatu niat yang tulus, bukan sekadar sebuah retorika.

“Apa yang dilakukan oleh RSCM bekerjasama dengan FKUI dan lembaga-lembaga penelitian ini menjadi contoh bahwa potensi demografi akan membawa kebaikan, akan mengubah jalannya sejarah. Mereka tidak akan menjadi beban, justru menjadi penggerak dan faktor yang menguntungkan pembangunan bangsa menuju masa depan yang lebih cerah,” katanya.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa setiap ibu-ibu dan anak, terutama dari kalangan kurang mampu, sangat mendambakan jaminan keselamatan. “Ingat. Mereka ingin melahirkan dengan selamat, mereka ingin putra-putrinya tumbuh menjadi anak-anak yang sehat. Bahkan mereka bermohon kepada Allah SWT, agar putra-putri yang mereka lahirkan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini,” tuturnya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi memberi selamat kepada Presiden SBY yang berulang tahun pada 9 September ini. ” Selamat ulang tahun Bapak SBY, PKIA RSCM Kiara ini sebagai legacy Bapak,” kata Menkes Nafsiah.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

(WID/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru