Presiden SBY: Saya Ada Tugas Baru Mengurus Bumi

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 9 September 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 86.767 Kali

presiden_gggiPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa dia tengah menghadapi tugas baru yang akan mulai diembannya setelah mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Saya ada tugas baru…mengurus bumi,” kata Presiden SBY kepada wartawan saat menunggu kedatangan delegasi Global Green Growth Institute (GGGI) di Kantor Presiden, Jakarta (selasa (9/9).

Menurut rencana mulai November 2014, Presiden SBY akan mengemban tugas barunya  sebagai Presiden GGGI, sebuah organisasi pelestarian lingkungan berkedudukan di Seoul, Republik Korea Selatan.

Delegasi GGGI terdiri atas .Yvo de Boer, Director General,Hyo-eun Jenny Kim, Director od Strategy, Policy and Communication dan Anna van Paddenburg, Perwakilan Indonesia.

GGGI dibentuk pada 16 Juni 2010. Organisasi yang bermarkas di Seoul itu, kini dipimpin Lars Lokke Rasmussen. Keberadaan GGGI bertujuan untuk meningkatkan semangat pertumbuhan hijau, sebuah paradigma yang ditandai oleh keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya di negara-negara berkembang.

GGGI merupakan organisasi global pertama berbasis agenda yang diajukan oleh Korea dan diluncurkan tanpa bantuan PBB.

Mendukung program pertumbuhan hijau setiap negara berdasarkan 2 tujuan utama: menyebarluaskan pertumbuhan hijau sebagai sebuah model pertumbuhan baru, dan mendukung strategi pertumbuhan hijau negara-negara berkembang.

GGGI yang mengupayakan tujuan ganda, yakni perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Cara kerja melalui kolaborasi dengan pemerintah. Memiliki 22 anggota (negara/pemerintah) dan penandatangan perjanjian (ratifikasi).

Tugas Presiden Majelis

Didukung oleh 2 wakil Presiden untuk memimpin Majelis. Majelis merupakan organ tertinggi yang bertemu setiap 2 tahun sekali (melakukan sesi interim khusus jika diperlukan)

Memilih Anggota Dewan, menunjuk Direktur Jenderal, mempertimbangkan dan mengadopsi amandemen perjanjian pendirian GGGI

Memberi arahan atas keseluruhan kerja dan meninjau kemajuan yang dicapai

Menerima laporan dari Sekretariat mengenai hal-hal strategis, operasional dan keuangan

Memberikan bimbingan atas kerjasama kemitraan dan hubungan dengan badan-badan internasional lainnya.

Posisi Indonesia sendiri di GGGI sebagai founding member dan masih dalam proses ratifikasi keanggotaan GGGI. Selama ini Bappenas sebagai vocal point.

Kerja sama awalantara GGGI dan Indonesia yakni proses perencanaan hijau, REDD+ untuk pembangunan berkelanjutan dan Kerja sama dengan daerah untuk mengimplementasikan pembangunan hijau. Pilot project di Kalteng dan Kaltim.

Untungkan Indonesia

Jaringan GGGI dapat membantu pembentukan think tank pembangunan hijau di Indonesia (SBY CENTER) karena sumber daya nya yang beragam keilmuan dan latar belakang termasuk alhi-ali dari region yang jarang ditemukan pada lembaga riset lainnya, misalnya dari timur tengah (Abu Dhabi)

Kepemimpinan SBY  kelak diharapkan dapat meningkatkan kontribusi GGGI pada Indonesia seperti pembangunan kantor perwakilan tetap sehingga semakin banyak sumber daya GGGI yang bisa dimanfaatkan.

Kesempatan bagi para peneliti dan para pakar Indonesia untuk bergabung sebagai associates dan peer reviews sehingga semakin banyak kepentingan Indonesia dapat disuarakan melalui GGGI.

Mendampingi Presiden SBY antara lain  Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar NegeriMarty Natalegawa,Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya,Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Sekretaris Kabinet Dipo Alam. (WID/EM/YS/ES)

Berita Terbaru