Produk Impor Membanjir, KEIN Dorong Gelorakan Lagi Program Industrialisasi Nasional

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 32.732 Kali
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menerima pengurus KEIN, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menerima pengurus KEIN, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4) siang. (Foto: JAY/Humas)

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengakui adanya kecenderungan penurunan industrialisasi di Indonesia. Padahal, dengan adanya perlambatan ekonomi dunia tanpa adanya industrialiasi, hanya menjual bahan mentah maka kita akan semakin tertinggal. Untuk itu, KEIN mengajak masyarakat untuk menggelorakan industriliasasi ini, dengan cara mencintai produk Indonesia.

“Dengan era global ini, banyak sekali produk-produk impor yang tidak bisa kita bendung lagi. Kita harus mencontoh negara yang nasionalismenya tinggi seperti Jepang dan China yang mereka mencintai produk produk dalam negeri,” kata Soetrisno Bachir, Ketua KEIN, seusai bersama pengurus KEIN yang lain diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4) siang.

Ketua KEIN itu menegaskan, dalam situasi yang sulit ini kita harus mengencangkan ikat pinggang. Selain itu,  kita juga harus lebih cerdas di dalam menghadapi situasi-situasi yang berat ini.

Substitusi Impor

Sekretaris KEIN Putri K. Wardhani menambahkan,  pada saat ini kondisi ekonomi dunia juga belum pulih, sehingga kemampuan Indonesia untuk mengekspor juga menurun. Ia menyebutkan, kuartal satu ini ekspor turun tetapi impornya naik.

“Nah ini sebuah indikasi yang perlu kita sikapi bersama, tadi kami sudah laporkan kepada Bapak Presiden bahwa kita ingin supaya melakukan subtitusi impor dengan penggunaan-penggunaan produk-produk dalam negeri.Tentu untuk produk-produk yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri sendiri,” kata Putri.

Terkait dengan keinginan Presiden Jokowi untuk mendapatkan pertumbuhan industri dobel digit, menurut Putri, KEIN telah memanggil para arsitektur industri Orde Baru untuk menggali intinya meniru pola-pola yang bagus yang dulu sudah dijalankan, dan tentunya mengintegrasikan dengan sistem-sistem baru sesuai dengan situasi kondisi saat ini.

“Di situ beliau mengatakan bahwa, apabila kita ingin menumbuhkembangkan industri kembali menjadi dobel digit maka peran dari pada perindustrian harus menjadi lokomotif terdepan bagi pertumbuhan ekonomi,” jelas Putri seraya menambahkan, yang lainnya keuangan, perdagangan dan lain-lain itu mensupport, sehingga kebijakan-kebijakan akan lebih kental mendukung pertumbuhan dari industri sendiri.

Menurut Sekretaris KEIN itu, setelah 15 tahun ini kita agak lengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia kebetulan bagus, saat itu juga dunia pertumbuhannya bagus, sehingga  kurang peka terhadap hal-hal yang pada akhirnya bisa menurunkan pertumbuhan dari sektor industri sendiri.

Tetapi dengan kondisi yang seperti ini, lanjut Putri,  ini adalah waktu yang tepat untuk kita berbenah diri, dan kembali mengingat penduduk kita juga besar sekali 250 juta perlu penyerapan tenaga kerja yang besar, dan sektor yang dapat melakukan itu adalah sektor industri.

“Bapak Presiden mendukung arah dari input-input dari KEIN ini, dan menginginkan sekembalinya beliau dari kunjungan luar negeri untuk bertemu kembali,” pungkas Putri.

Saat menerima pengurus KEIN itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Kepala BKPM Franky Sibarani. (FID/JAY/ES)

Berita Terbaru