Puan: Sudah Dikirimkan 33,8 Ton Obat, Masker, Dan Lain-Lain Untuk Korban Kabut Asap

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 25.321 Kali
Menko PMK Puan Maharani memberikan penjelasan penanganan korban bancana kabut asap, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/10)

Menko PMK Puan Maharani memberikan penjelasan penanganan korban bancana kabut asap, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/10)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani  mengemukakan, terkait penanganan korban bencana kabut asap yang kini sudah melanda 5 (lima) provinsi di tanagh air, pemerintah telah mengirim berton-ton obat, asker, dan lain-lain.

“Kementerian sudah mengirim bantuan sebagai antisipasi dan mobilisasi hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan yaitu 33,8 ton obat, masker dan lain lain ke berbagai provinsi,” kata Puan kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/10) siang.

Mengenai Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU), diakui Menko PMK, jika masih tingga. Di Sumsel dan Kalteng misalnya, sudah mencapai angka 300, yang berarti sudah masuk berbahaya . Oleh karena itu, lanjut Puah, sudah dilakukan darurat ISPU selama 24 jam, dimana semua provinsi harus memberikan perhatian dan memberikan pemberitahuan kepada masyarakat di walayah yang terkena dampak asap.

Kemudian persiapan dari kementerian pendidikan bagi anak sekolah, menurut Puan, karena dampak asap tersebut mengakibatkan anak-anak PAUD, SD, SMP semua terganggu masalah belajar mengajarnya.

“Ini yang harus dipersiapkan karena mereka jadi tidak bisa ke sekolah tapi mereka tetap harus mendapatkan pendidikan. Kemudian bagaimana mereka tidak tertinggal pendidkannya dan tanpa melupakan target kurikulumnya,” papar Puan.

Sementara bagi Kementrian Sosial, Puan meminta untuk mengantisipasi bagaimana jika harus terjadi pengungsi atau bahkan mengungsikan anak-anak bayi dan ibu karena sudah berbahaya.

“Memang kami sudah menentukan tempat-tempat shelter dan koordinasi antar kementerian yang ada untuk memberikan tempat-tempat yang bisa diberikan sterilisasi udara di sekolah bahkan di wilayah shelter yang sudah di tentukan di 5 provinsi tersebut,” terang Puan. (FID/RAH/ES)

Berita Terbaru