Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022, di Taman Teijsmann, Kebun Raya Bogor, Provinsi Jawa Barat, 23 Juli 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 23 Juli 2022
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 349 Kali

Wartawan
Pak Jokowi, terkait Peringatan Hari Anak Nasional?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pertama, saya ingin menyampaikan Selamat Hari Anak Nasional pada pagi hari ini. Saya senang melihat anak-anak ceria seperti ini dengan kreativitas yang bermacam-macam, dengan menunjukkan keaktifannya. Saya kira, ya itulah sebetulnya dunia anak-anak. Jangan kita terlalu memaksa-maksa anak-anak untuk sesuai dengan keinginan orang-orang dewasa, karena memang anak-anak adalah anak-anak. Dunia mereka adalah dunia anak-anak.

Wartawan
Tadi sempat main sulap, berapa lama, Pak, latihannya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Hmm?

Wartawan
Tadi sempat main sulap, berapa lama latihannya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tadi pagi latihan.

Wartawan
Pak, terkait kasus di Tasikmalaya nih, Pak. Masih ada perundungan antara anak dengan anak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, ini yang jadi keprihatinan kita semuanya. Pertama-tama, saya ingin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian di Tasikmalaya. Dan ini adalah tanggung jawab kita semuanya, tanggung jawab orang tua, tanggung jawab para pendidik, tanggung jawab sekolah, tanggung jawab masyarakat, agar bullying (perundungan) ke depan tidak terjadi lagi.

Inilah yang harus kita jaga bersama-sama, agar anak-anak kita ini memiliki dunia bermain, dunia anak-anak dengan keceriaannya mereka. Jangan sampai terjadi lagi yang namanya perundungan.

Wartawan
Kalau mengenai kasus yang di Bekasi, seperti apa, Pak? Anaknya dirantai sama orang tuanya, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sama, saya kira perundungan yang namanya penyiksaan fisik, yang namanya kekerasan secara verbal, kekerasan fisik, saya kira semuanya jangan terjadi lagi. Dan ini sekali lagi, tanggung jawab orang tua, tanggung jawab para pendidik, tanggung jawab sekolah, dan tanggung jawab masyarakat, kita semuanya.

Wartawan
Pak Jokowi, kekerasan seksual itu susah sekali tembus ke pengadilan. Beberapa kasus SPI dan di Jombang itu susah ke pengadilan, bagaimana negara maupun pemerintah mendorong supaya kekerasan seksual terhadap anak bisa (diproses) lebih cepat?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, semuanya diproses dengan aturan-aturan yang ada. Saya kira semuanya diproses, siapa pun, siapa pun. Tidak ada yang namanya kekerasan verbal, tidak ada yang namanya perundungan, tidak ada yang namanya kekerasan fisik, tidak ada yang namanya seksual, semuanya. Karena memang aturannya itu tidak diperbolehkan dan itu ada pidananya.

Saya kira penegakan hukum yang keras, penegakan hukum yang tegas terhadap kegiatan-kegiatan yang seperti itu memang menjadi tanggung jawab kita semuanya untuk memagari agar tidak terjadi lagi, tapi memang bukan sesuatu yang gampang. Tapi asalkan kita bersama-sama, masyarakat, guru, pendidik, orang tua, semuanya bekerja, saya kira akan sangat mengurangi.

Wartawan
Pak, ini yang menarik, kemudian muncul lagi anak-anak Citayam berkreasi di jalanan ibu kota, ada spot-spot-nya. Menanggapi hal itu seperti apa sih, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Asalkan positif, saya kira enggak ada masalah. Jangan diramaikan lah. Hal-hal yang positif itu diberikan dukungan dan didorong asal tidak menabrak aturan, itu kan kreatif. Kreativitas seperti itu kenapa harus dilarang? Asal sekali lagi, tidak menabrak aturan, tidak melanggar aturan. Prinsip di situ, ya.

Wartawan
Terima kasih, Pak.

Keterangan Pers Terbaru