Punya Potensi, Presiden Jokowi Optimistis Kaltara Mampu Kejar Provinsi Lain di Kalimantan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Maret 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 21.594 Kali
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (samping Seskab) mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3) sore. (Foto: JAY/Humas)

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (samping Seskab) mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3) sore. (Foto: Humas/Jay)

Meskipun menjadi provinsi termuda di tanah air, Kalimantan Utara (Kaltara) yang menjadi provinsi beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, diyakini mampu mengejar pergerakan ekonomi provinsi-provinsi lainnya di Pulau Kalimantan.

“Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi yang cukup besar, yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kalimantan Utara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3) sore.

Menurut Presiden, ada sejumlah pekerjaan rumah dalam membangun Kalimantan Utara. Ia menunjuk pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Utara yang masih pada posisi 3,75 persen.

Pertumbuhan ini tentu saja dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas, terutama komoditas hasil tambang di pasar dunia.

Sementara dari sisi lapangan usaha, lanjut Presiden, 24,65 persen perekonomian Kalimantan Utara disumbang oleh sektor pertambangan, diikuti 18,09 persen bidang pertanian.

Saat harga komoditas hasil tambang mengalami kelesuan, menurut Presiden, sektor pertanian ternyata menjadi sumber pertumbuhan tertinggi. Lebih tinggi dibandingkan sektor konstruksi dan sektor perdagangan.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar momentum ini digunakan untuk menata kembali sektor-sektor unggulan di provinsi Kalimantan Utara agar ke depan bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yang berdampak pada kesejahteraan rakyat di Kalimantan Utara.

“Saya ingatkan agar terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dan itu bisa dilakukan apabila hilirisasi industri bisa dikerjakan di Kalimantan Utara,  dengan mengembangkan industri-industri pengolahan hasil-hasil tambang, serta mengaitkan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan dengan sektor industri pengolahan, sehingga bisa menciptakan nilai tambah yang baik untuk daerah,” tutur Presiden Jokowi.

Untuk percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Kalimantan Utara, Presiden mengingatkan perlunya didukung konektivitas, infrastruktur air bersih dan ketenagalistrikan.

Terkait konektivitas itu, Presiden menginginkan agar revitalisasi Bandara Juwata di Tarakan yang tengah berlangsung saat ini, serta revitalisasi Bandara Sebatik segera dituntaskan.

Sementara terkait dengan air bersih, sesuai data yang diterimanya menunjukkan masih 73 persen lebih penduduk Kalimantan Utara belum mempunyai akses terhadap air bersih. Ada tiga kabupaten yang menurut Presiden, yang angkanya masih sangat tinggi, yaitu Nunukan, Malunau, dan Tana Tidung. “Ini kita minta juga diperhatikan,” tegas Presiden.

Presiden juga meminta agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan segera dilaksanakan agar rakyat di Kalimantan Utara, terutama yang memiliki industri rumah tangga mendapatkan akses listrik yang cukup untuk industri rumah tangga mereka.

Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menristek Dikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. (DNA/SM/FID/ES)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru