Rachmat Witoelar Ajak Generasi Muda Jadi ‘Pejuang Iklim’

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 14 September 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.106 Kali
Pejuang Iklim

Rachmat Witoelar membuka Youth for Climate Camp (YFCC) 2015 di Ruang Sidang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jumat (11/9).

Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim (UKP-PPI) Rachmat Witoelar  mengajak pemuda untuk menjadi “pejuang iklim”, yang giat dan gencar menyebarkan informasi perubahan iklim,  baik melalui sosial media maupun seminar edukasi.

Rachmat Witoelar menyampaikan ajakannya ketika membuka Youth for Climate Camp (YFCC) 2015 di Ruang Sidang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),  Jumat (11/9).

Dalam siaran pers UKP-PPI, Jumat (11/9),  Rachmat Witoelar menyebutkan, dampak dari perubahan iklim ini hanya akan semakin parah dari waktu ke waktu, apalagi jika tidak ada aksi signifikan untuk mengurangi emisi karbon. Generasi muda sekarang,katanya, merupakan kelompok generasi muda yang paling terdampak di masa depan.

“Kita harus dengarkan aspirasi mereka, ide-ide mereka, dan apa yang mereka harapkan dari COP21. Karena apa yang kita putuskan di perundingan nanti, generasi muda lah yang menanggung,” kata Rachmat Witoelar.

Mengingat besar dan beratnya tantangan yang dihadapi, Rachmat Witoelar mengharapkan generasi muda Indonesia t menjadi agent of change sebagai penggerak aksi perubahan iklim di lingkungannya.

YFCC 2015 diselenggarakan oleh The Climate Reality Project Indonesia, Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Acara serupa sudah dilakukan  sejak tahun 2011.

Peserta YFCC 2015  60 mahasiswa  dari universitas-universitas di Pulau Jawa, dan berlangsung selama 3 hari 2 malam di Kaliandra Eco Resort di Prigen, Jawa Timur.

Diharapkan, YFCC kali ini menghasilkan rumusan petisi yang  akan disampaikan pada Conference of Parties (COP) yang ke-21 melalui Paviliun Indonesia di Paris pada Desember 2015 mendatang.

Pembukaan YFCC dan media briefing dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,  Rektor ITS Prof. Joni Hermana, Wakil Konsulat Jenderal Jepang Koga Toshimichi; dan Manager The Climate Reality Project Indonesia Amanda Katili Niode. (WID/ES)

Nusantara Terbaru