Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2024 di Nusantara Hall Ice BSD, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, 24 April 2024

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 24 April 2024
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 368 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2024, 24 April 2024

Wartawan
Pagi, Pak. Minal aidin, Pak. Apa kabar, Pak?

Pak terkait kesehatan dong, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tadi kan sudah saya sampaikan, apalagi?

Wartawan
Pak, tadi kan Bapak menyinggung tentang stunting, sedangkan di tahun 2023 ini penurunan stunting itu hanya 0,1 persen dan banyak pihak mengatakan bahwa untuk mencapai 14 persen di tahun ini …

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, tapi harus dilihat dari 37 [persen] ke 21 [persen] itu lompatan yang besar sekali. Itu kerja keras, bukan hal yang mudah menurunkan angka yang tadi saya sampaikan. Memang target kita 14 persen, itu memang sangat ambisius sekali, tapi kalau enggak, kita enggak akan kerja keras untuk mencapai itu. Nanti tinggal kita lihat di akhir [tahun] 2024 jatuh di angka berapa.

Wartawan
Kendalanya apa sih, Pak? Pak, soal dokter spesialis, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, ini karena apa? Ini menyangkut mengorkestrasi, mengintegrasikan semua kementerian. Ada yang urusan air, kawin usia dini berarti di kementerian mana, kemudian urusan ekonomi juga tersangkut di sana, kemudian juga masalah kesehatan lingkungan, sanitasi juga tersangkut di sana, ini pekerjaan yang tidak gampang. Tapi, dari 37 persen melompat ke 21 persen itu juga saya harus mengapresiasi, menghargai kerja keras seluruh kementerian, [pemerintah] daerah semuanya.

Wartawan
Pak, soal rasio dokter. Bapak kan tadi bilang rasio dokter sangat rendah, sementara pendidikan spesialis, dokter spesialis banyak yang di-bully jadi depresi. Kebijakannya apa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itulah kenapa Undang-Undang Kesehatan kita itu kemarin di revisi, sehingga akan mempermudah dokter untuk masuk ke spesialis, dokter spesialis. Membuka seluas-luasnya universitas, tentu saja tetap dengan sebuah kualifikasi, dengan screening yang baik. Agar apa? Institusi-institusi pendidikan kita, baik itu universitas maupun rumah sakit yang ditunjuk itu betul-betul bisa menghasilkan sebanyak-banyaknya dokter dan dokter spesialis. Karena yang saya lihat di lapangan, banyak rumah sakit yang tidak memiliki spesialis-spesialis tertentu yang berkaitan dengan misalnya MRI, yang berkaitan dengan cath lab, berkaitan dengan mammogram, spesialisnya belum ada, tetapi sudah didorong untuk ke sana, sudah.

Wartawan
Pak, izin isu lain. Penetapan KPU ada tanggapan enggak, Pak? Ucapan selamat, ucapan selamat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, ini kan tahapan proses itu kan sudah hampir selesai semuanya, MK sudah. Kita harus menghormati keputusan MK sebagai sebuah putusan yang final dan mengikat. Kemudian, hari ini juga KPU menetapkan. Artinya apa? Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus mempersiapkan diri dengan perencanaan-perencanaan yang sudah dikampanyekan untuk masuk nanti setelah pelantikan langsung kerja.

Wartawan
Intransisinya gimana, Pak? Mempersiapkan transisinya…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ndak, ndak, ndak. Ini kita itu menyiapkan agar transisinya itu bisa berjalan mulus dan baik, sehingga Presiden dan Wakil Presiden terpilih bisa langsung bekerja setelah dilantik. Kalau, kalau itu juga diminta dari Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Wartawan
Cara mempersiapkan transisi itu gimana, Pak? PDIP mengatakan bahwa Bapak bukan bagian dari Partai PDIP lagi Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, terima kasih.

Keterangan Pers Terbaru