Rapat Terbatas (Melalui Video Conference) mengenai Kebijakan Kelautan Indonesia, 19 Maret 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Maret 2020
Kategori: Pengantar
Dibaca: 433 Kali

Rapat Terbatas pada hari ini kita akan bahas mengenai kebijakan kelautan Indonesia.

Dalam 5 tahun yang lalu, kita telah fokus bekerja untuk mengatasi aksi pencurian ikan, menjaga laut kita dari IUU (illegal, unreported, and unregulatedfishing dan hasilnya kita lihat sudah nampak. Selain pelestarian lingkungan yang terjaga, stok nasional ikan kita juga meningkat drastis dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton.

Ini harus kita lanjutkan terus, tetapi kita juga tidak boleh berhenti sampai di situ. Stok ikan banyak maka industri perikanan nasional kita juga harus semakin meningkat dan berkembang. Stok banyak, produksi perikanan tangkap juga harus meningkat. Stok banyak, ekspor perikanan kita juga harus meningkat. Stok banyak, nilai tukar nelayan juga harus meningkat, artinya kesejahteraan nelayan kita juga semakin baik.

Karena itu, perlu lompatan-lompatan besar dalam menata ekosistem industri perikanan dan kelautan kita, mulai dari hulu sampai ke hilir.

Pertama, saya minta industri perkapalan terus diperkuat dan kapasitas daya saing industri perkapalan nasional juga terus ditingkatkan, sehingga mampu mendukung pergerakan industri perikanan kita.

Yang kedua, kemudahan layanan perizinan. Saya dengar ini sudah cepat tapi saya nanti minta laporan dalam praktiknya seperti apa dengan tetap kita memperhatikan kelestarian sumber daya perikanan kita, sehingga perlu juga diikuti dengan pengendalian dan pengawasan yang baik. Jangan sampai hanya diberikan izin-izin namun tidak diawasi di lapangan sehingga dampaknya justru akan merugikan kepentingan nasional kita.

Yang ketiga, sumber daya manusia (SDM), terutama yang berkaitan dengan akses permodalan, serta dukungan infrastruktur, dan adaptasi terhadap teknologi baru, ini perlu mulai dikenalkan. Kembangkan sistem teknologi informasi terbaru dalam usaha perikanan tangkap dengan menggunakan big data, menggunakan artificial intelligence, dan juga jangan hanya berkutat pada usaha perikanan tangkap, tetapi kita juga harus masuk ke offshore aquaculture.

Kebijakan kelautan harus betul-betul bisa mengantisipasi dan mengadaptasi perkembangan teknologi baru sehingga bisa membuat industri perikanan kita makin produktif dan juga makin kompetitif.

Itu pengantar yang bisa saya sampaikan.

Pengantar Terbaru