Rapat Terbatas melalui Video Conference mengenai Mitigasi Dampak COVID-19 Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 16 April 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 April 2020
Kategori: Pengantar
Dibaca: 497 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kita tahu, dampak yang paling berat dirasakan dan pertama dirasakan karena COVID-19 ini adalah dunia pariwisata, baik yang  terkena itu hotel, restoran, dan juga yang menyangkut rakyat, yaitu barang-barang kerajinan yang dijajakan di sana.

Oleh sebab itu, langkah-langkah mitigasi perlu secepat-cepatnya dilakukan. Yang pertama, program perlindungan sosial bagi pekerja yang bekerja di sektor pariwisata ini betul-betul harus dipastikan ada dan sampai kepada sasaran.

Kemudian yang kedua, juga realokasi anggaran yang ada dari Kementerian Pariwisata harus diarahkan ke arah semacam, saya belum tahu barangnya apa, tapi semacam program padat karya bagi pekerja-pekerja yang bergerak di bidang pariwisata ini.

Kemudian yang ketiga, penyiapan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini betul-betul dilakukan agar mereka bisa bertahan dan tidak melakukan PHK secara besar-besaran.

Saya meyakini, saya meyakini ini hanya sampai pada akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata. Semua orang pengin keluar, semua orang pengin menikmati kembali keindahan-keindahan yang ada di wilayah-wilayah yang ada pariwisatanya. Sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat. Jangan sampai nanti kita terjebak kepada pesimisme karena masalah COVID-19 ini sehingga booming yang akan muncul setelah COVID-19 ini selesai itu tidak bisa kita manfaatkan secara baik.

Itu saja yang saya sampaikan.

 

Pengantar Terbaru