Rapat Terbatas (Melalui Video Conference) mengenai Peningkatan Rasio Elektrifikasi Pedesaan, 3 April 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 April 2020
Kategori: Pengantar
Dibaca: 597 Kali

Selamat pagi.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden, Bapak-Ibu sekalian peserta Rapat Terbatas.

Kita akan bahas pagi hari ini mengenai peningkatan rasio elektrifikasi di pedesaan. Rasio elektrifikasi hingga 2020 ini telah mencapai 99,48 persen. Meningkat sangat signifikan, di 2014 berada di posisi 84 persen dan telah melampaui target RPJMN untuk 2015-2019 sebesar 96 persen.

Namun, kita juga harus melihat bahwa electricity access population kita berada di peringkat 95, masih tertinggal dari Malaysia peringkat 87, Vietnam peringkat 84, dan Singapura, Thailand, Tiongkok, Korea Selatan berada pada peringkat 2. Begitu juga dengan electricity supply quality, kita juga masih berada pada peringkat 54, Filipina 53, Malaysia 38, Thailand 31, Tiongkok 18, Singapura di peringkat ke-2.

Selain itu juga masih terdapat 433 desa yang belum berlistrik, 433. Meskipun jumlah ini sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh Tanah Air, 75 ribu, tapi apapun ini harus kita selesaikan. 433 desa yang belum berlistrik itu tersebar di 4 provinsi, di Provinsi Papua 325 desa, Provinsi Papua Barat 102 desa, Provinsi NTT 5 desa, dan Provinsi Maluku 1 desa.

Karena itu saya ingin menekankan beberapa hal. Yang pertama, untuk 433 desa yang belum berlistrik saya minta diidentifikasi secara jelas desa mana yang berdekatan dengan desa yang telah berlistrik, desa mana yang jaraknya rumah antar penduduknya berjauhan dan mana yang berdekatan. Sehingga kita dapat menentukan strategi pendekatan teknologi yang  tepat, apakah dengan ekstensi jaringan listrik ataukah dengan pembangunan minigrid seperti micro-hydro, PLTD, ataupun distribusi tabung listrik yang dilengkapi dengan stasiun pengisian energi listrik.

Yang kedua, siapkan anggaran, regulasi, dan kebijakan investasi yang diperlukan untuk mendukung program desa listrik ini.

Kemudian yang ketiga, saya minta agar tidak cukup desa berlistrik tapi juga peningkatan akses warga terutama warga miskin dalam mendapatkan listrik.

Terakhir, saya minta program listrik untuk desa ini, desa berlistrik ini betul-betul memberikan nilai tambah bagi peningkatan produktivitas ekonomi di desa, sehingga program (desa) berlistrik perlu ada sambungannya dengan program pemanfaatan listrik secara efisien dan produktif terutama dalam pengembangan industri rumah tangga/industri rumahan. Dan dengan adanya listrik, kita harapkan anak-anak bisa belajar di malam hari dengan penerangan lampu yang cukup sehingga kualitas pendidikan kita juga semakin meningkat.

Saya rasa itu pengantar dari saya.
Terima kasih.

Pengantar Terbaru