Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, 28 November 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 28 November 2022
Kategori: Pengantar
Dibaca: 340 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita semua.

Siang hari ini kita akan evaluasi pelaksanaan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20. Tetapi mungkin ini bukan evaluasi ya, lebih pada syukuran. Karena saya melihat dari yang pertama, terkait penyelenggaraan saya enggak usah bicara, saya kira orang lain yang sudah banyak menyampaikan.

Kemudian yang kedua, terkait substansi, ini juga sangat penting dan itu juga kita peroleh Deklarasi Bali.

Kemudian yang ketiga, yang berkaitan dengan hasil yang konkret, saya kira juga ini betul-betul ini yang paling penting agar segera ditindaklanjuti dengan membentuk task force untuk menyelesaikan kesepakatan-kesepakatan, karena ada 226 proyek yang bersifat multilateral dengan nilai USD238 miliar dan 140 proyek yang bersifat bilateral dengan nilai USD71,4 miliar. Ini harus dipastikan bahwa semua proyek program dan inisiatif ini segera dapat dieksekusi dengan cepat.

Kemudian yang keempat, mengenai percepatan komitmen investasi. Saya melihat saat di Bali di B20 itu energi positifnya kelihatan sekali, panas. Oleh sebab itu, jangan sampai komitmen investasi yang sudah ada ini tidak bisa terealisasi di lapangan.

Saya melihat misalnya dari Pemerintah Amerika Serikat melalui skema Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) sebesar USD600 miliar ini seperti apa. Kemudian USD20 miliar untuk pengembangan kendaraan listrik berbasis fosil melalui Just Energy Transition Partnership (JETP) ini seperti apa. Kemudian juga komitmen investasi dari Jepang, Inggris, dan Korea Selatan untuk MRT Jakarta. Kerja sama dengan Turki untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra dan lain-lainnya, saya melihat ini banyak sekali. Oleh sebab itu, perlu segera ada task force khusus misalnya yang Amerika siapa, yang UAE (Persatuan Emirat Arab/PEA) siapa, yang Korea siapa, yang Jepang siapa, semuanya, yang Cina siapa, sehingga semuanya bisa secara detail menindaklanjuti apa yang menjadi kesepakatan kita di Bali.

Saya rasa itu sebagai pengantar. Terima kasih.

Pengantar Terbaru