Rapat Terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 23 November 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 November 2020
Kategori: Pengantar
Dibaca: 213 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden,
Bapak-Ibu Menteri yang saya hormati.

Kembali kita akan melakukan evaluasi dalam Rapat Terbatas kali ini, yang berkaitan sekali lagi dengan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

Yang pertama, saya ingin mengingatkan kembali kepada Komite, Satgas, dan seluruh Gubernur agar betul-betul bisa mengatur urusan yang berkaitan dengan COVID-19 dan urusan yang berkaitan dengan ekonomi, dalam sebuah keseimbangan yang baik. Karena apa? Strategi mengatur keseimbangan rem dan gas ini saya melihat hasilnya mulai kelihatan terutama dalam pengendalian, baik COVID-19 maupun ekonomi.

Per 22 November, rata-rata kasus aktif COVID-19 di seluruh Tanah Air ini 12,78 persen, rata-rata kasus aktif 12,78 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia, yaitu sebesar 28,41 persen, ini sudah baik. Kemudian rata-rata kesembuhan trennya juga membaik, sekarang sudah mencapai 84,03 persen. Ini juga lebih baik dari angka kesembuhan dunia yang mencapai 69,20 persen. Ini agar terus kita perbaiki terus.

Kemudian di bidang ekonomi, karena sudah saya sampaikan minggu lalu, tren di kuartal II dari minur 5,32 persen, membaik di kuartal III minus 3,49 persem. Ini juga harus terus kita perbaiki, agar di kuartal IV menjadi lebih baik dari kuartal III.

Yang kedua, dengan capaian seperti itu, saya minta sekali lagi Komite, Satgas, (dan) para Gubernur untuk tetap waspada. Jadi strategi yang sejak awal kita sampaikan rem dan gas itu betul-betul diatur betul. Jangan sampai kendur dan juga memunculkan risiko memunculkan gelombang yang kedua. Ini yang bisa membuat kita setback, mundur lagi. Karena itu langkah-langkah pencegahan dan intervensi terhadap potensi-potensi kegiatan yang melanggar protokol (kesehatan) harus dilakukan dengan ketegasan. Lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Yang ketiga, saya juga minta kepada Mendagri, Kapolri, dan Satgas di daerah untuk memberi perhatian khusus pada proses pilkada. Karena ini tinggal kurang lebih dua minggu lagi, agar ini juga tidak mengganggu pekerjaan besar kita, yaitu menyelesaikan COVID-19 dan ekonomi. Tegakkan aturan, kemudian terus disiplin protokol (kesehatan) harus dilakukan secara ketat, terutama nanti pada saat hari pencoblosan dan tentu saja di saat-saat kampanye-kampanye terakhir ini. Kemudian secara khusus nanti akan kita bicarakan mengenai libur panjang yang nanti juga akan ada di bulan Desember, yang akan kita bicarakan nanti dalam rapat hari ini secara khusus.

Yang keempat, persiapan vaksinasi. Kemarin saya lihat simulasi vaksinasi, saya lihat di lapangan sudah baik dan saya minta simulasi ini terus dilakukan. Saya akan ngecek mungkin satu atau dua kali lagi, sehingga nanti saat pelaksanaan betul-betul pada kondisi yang sudah sangat baik. Dan yang paling penting menurut saya, terus dilihat, dievaluasi mekanisme dan proses distribusi dari vaksin, yang menurut saya paling penting, agar perjalanan vaksin ke daerah ini bisa berjalan aman dan lancar.

Kemudian yang terakhir, yang terkait dengan pemulihan ekonomi, saya minta agar yang berkaitan dengan lapangan kerja itu menjadi perhatian. Berikan perhatian khusus untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja. Dan yang paling dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah, dan (usaha) besar harus didorong untuk mulai bergerak. Saya melihat realisasi anggaran di beberapa program sudah berjalan dengan baik. Misalnya, untuk subsidi (upah)/gaji sudah mencapai 82 persen, Banpres Produktif untuk pemberian bantuan modal kerja kepada usaha mikro sudah mencapai 79 persen. Saya kira ini terus didorong, agar bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan.

Saya nanti akan minta laporan yang pertama, mengenai vaksin. Ini sampai di tangan kita kapan? Karena sudah prosesnya mestinya proses-proses administrasi, proses pembayaran mestinya sudah dilakukan. Kemudian kesiapan vaksinasi, itu sudah berapa persen? Baik yang menyangkut proses distribusi, kemudian persiapan untuk cold chain, chiller-nya seperti apa? Dan proses administrasi menuju ke tahapan-tahapan di BPOM, yang berkaitan dengan Emergency Use Authorization (EUA) seperti apa? Saya ingin mendapatkan laporannya.

Saya rasa itu sebagai pengantar.
Terima kasih.

Pengantar Terbaru