Rapat Terbatas mengenai Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau, 16 September 2019, di Hotel Novotel, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 September 2019
Kategori: Pengantar
Dibaca: 102 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pak Menko, para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB,
Yang saya hormati Gubernur, seluruh Bupati dan Wali Kota yang hadir, Pangdam, Kapolda.

Saya hanya ingin mengingatkan kita semuanya, di rapat bulan Juli tanggal 15, pada saat itu di Istana sudah saya ingatkan bahwa pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan.  Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran, apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya sangat sulit menyelesaikan.

Kita tahu gubernur memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah: bupati, wali kota, camat, kepala desa. Pangdam juga punya perangkat dari danrem, dandim, sampai koramil, babinsa, semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat, dari kapolres, kapolsek, sampai babinkamtibmas, semuanya ada. Belum yang di BNPB, belum kita punya di Kehutanan. Kita memiliki semuanya.

Tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik. Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin yang namanya satu titik api itu sudah pasti ketahuan dulu sebelum sampai menjadi ratusan titik api. Dan itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini, yang kita hadapi ini bukan hutan tapi lahan gambut, hutan gambut. Kalau yang namanya sudah terbakar habis berapa juta liter pun masih sulit dipadamkan.

Hari Jumat yang lalu saya sudah juga perintah kepada Panglima, kepada Kepala BNPB untuk dilakukan hujan buatan. Saya kira sudah dikerjakan. Dan hari ini juga kita harapkan, nanti besok juga dilakukan hal yang sama dalam jumlah yang lebih besar. Pasukan pun juga sudah kita tambahkan. Saya perintahkan hari Jumat untuk ditambah ke sini.

Tetapi sekali lagi kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, ini adalah pekerjaan besar yang akan sulit diselesaikan. Pengalaman kita tahun-tahun sebelumnya seperti itu. Jadi kuncinya ada di pencegahan. Jangan sampai ada titik api satu pun muncul dan dibiarkan.

Dan Provinsi Riau telah dinyatakan status siaga darurat. Luas lahan yang terbakar juga sudah mencapai puluhan ribu hektar. Jangan sampai ini mengganggu aktivitas penerbangan sehingga berimbas kepada pertumbuhan ekonomi, aktivitas ekonomi yang ada di Provinsi Riau. Ini yang tidak kita harapkan.

Yang kedua, saya minta juga aparat hukum, aparat penegak hukum bertindak tegas, baik pada perusahaan maupun pada perorangan.

Dan, yang ketiga lakukan pencegahan agar tidak merembet ke lokasi-lokasi lain, baik di gambut, maupun di hutan, maupun apalagi sudah masuk ke wilayah pemukiman.

Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada malam hari ini. Saya minta laporan singkat-singkat saja karena kita tahu setiap tahun kita sebetulnya sudah enggak perlu lagi yang namanya rapat seperti ini. Otomatis bahwa menjelang, yang namanya menjelang musim kemarau itu semuanya memang harus sudah siap. Sudah sebetulnya hanya itu saja tapi ini kita lalai lagi sehingga asapnya menjadi membesar.

Saya silakan Pak Menko, pendek-pendek saja. Saya kira saya tidak perlu banyak laporan tapi tindakan di lapangan yang saya perlukan dan menyelesaikan masalah yang ada.

Pengantar Terbaru