Resmikan IFR 2016, Presiden Jokowi: Operasi Militer Selain Perang Tidak Bisa Diremehkan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 12 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.514 Kali
Presiden Jokowi didampingi KSAL, Panglima TNI, dan Gubernur menekan tombol sirene tanda dimulainya  IFR 2016, di Padang, Sumbar, Selasa (12/4) pagi. (Foto: Fitri/Humas)

Presiden Jokowi didampingi KSAL, Panglima TNI, dan Gubernur menekan tombol sirene tanda dimulainya IFR 2016, di Padang, Sumbar, Selasa (12/4) pagi. (Foto: Fitri/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dirinya dapat memahami bahwa salah satu perang yang paling berat adalah perang untuk memenangkan kemanusiaan. Karena itu, Presiden menilai, operasi militer selain perang tidak bisa diremehkan.

“Operasi bantuan kemanusiaan khususnya untuk penanganan bencana alam di laut dan SAR membutuhkan kesigapan, membutuhkan kecepatan, membutuhkan totalitas sumber daya,” kata Presiden Jokowi  saat memberikan sambutan pada Pembukaan International Fleet Review 2016 yang merupakan rangkaian dari Komodo 2016, yang digelar di Lantamal II Koarmabar, Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Selasa (12/4) pagi.

Menurut Presiden, operasi bantuan kemanusiaan akan optimal apabila tidak dilakukan sendiri. Namun dibutuhkan  kerja sama dengan negara-negara sahabat, khususnya angkatan laut dari negara-negara yang membentang di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Presiden mendukung penuh latihan Multilateral Komodo 2016. “Latihan ini diharapkan semakin memperkokoh budaya maritim kita, semakin memperkuat kerja sama angkatan laut dari negara-negara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia untuk melakukan bakti kesehatan dan melakukan perbaikan dan pembangunan fisik fasilitas umum,” tuturnya.

Presiden juga berharap, latihan ini  menumbuhkan pemahaman terutama mengenai perlindungan sumber daya laut, kerja sama regional, dan peningkatan sumber daya manusia di sektor maritim.

Masa Depan di Laut

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa sudah lama kita memunggungi laut, memunggungi teluk, memunggungi samudera. Padahal, lanjut Presiden, masa depan kita ada di sana. Padahal poros maritim dunia ada di sana.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk  bekerja keras membangkitkan kembali budaya maritim Nusantara, menjaga sumber daya laut, menjaga infrastruktur dan konektivitas maritim, memperkuat diplomasi maritim, dan membangun pertahanan maritim.

“Maka ayo ke laut. Di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kejayaan. Banyak ombak, banyak kehidupan,” seru Presiden seraya mengucapkan  “Selamat melaksanakan latihan Multilateral Komodo 2016. Semoga Allah SWT meridhoi kita semuanya”.

Sebelumnya Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan, International Fleet Review 2016 merupakan agenda khas angkatan laut dari beberapa negara, yang menunjukkan kerja sama dalam berbagai kegiatan.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, antara lain : Menko Maritim Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Ade Supandi. (GUN/ES)

Berita Terbaru