Resmikan Masjid di AS, SBY Ajak Ummat Islam Hentikan Kekerasan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 September 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 106.901 Kali

 

Resmikan Masjid di AS, SBY Ajak Ummat Islam Hentikan Kekerasan

Resmikan Masjid di AS, SBY Ajak Ummat Islam Hentikan Kekerasan

Dalam rangkaian kunjunganya ke Amerika Serikat (AS), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono juga menghadiri peresmian Masjid Indonesia di Silver Spring, Washington DC, Jumat (26/9) siang waktu setempat atau Sabtu (27/9) dini hari waktu Jakarta.

Masjid Indonesia di Washington DC merupakan inisiasi dari sejumlah kalangan dan dikelola oleh Indonesian Muslim Asscosiation of America (IMAAM). Masjid yang sekaligus pusat kegiatan Islam itu berdiri di atas tanah seluas 11.300 meter persegi dan dibeli secara penuh untuk kegiatan IMAAM pada Juni 2014.

IMAAM sendiri merupakan organisasi nonprofit berpusat di kawasan Silver Spring Maryland dan memiliki anggota 500 kepala keluarga sejak 1993.

Presiden SBY meminta kepada pengurus IMAAM agar masjid dan pusat kegiatan Islam itu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membuka ruang persahabatan dan dialog dengan berbagai pihak, baik antarumat Islam maupun umat beragama di luar Islam.

Prihatin Maraknya Konflik

Dalam sambutannya, Presiden SBY menyampaikan keprihatinannya atas maraknya konflik, baik yang melibatkan umat Islam dengan pihak lain maupun konflik antarumat Islam, khususnya yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah dan harus segera diakhiri.

“Yang ada dalam benak saya adalah kita harus menghentikan kekerasan dan kemudian harus ada solusi yang komprehensif yang bijak untuk menanganinya,” kata Presiden.

Menurut Presiden SBY, perbedaan antara Islam dan Barat juga harus ada jalan yang ditempuh. Demikian juga kekerasan harus secara perlahan kita kurangi karena membawa korban yang tidak perlu.

┬ôKekerasan yang masih terjadi ini harus kita hentikan sebelum kita semua menyesal, ada cara yang bisa ditempuh,┬ö tegas SBY seraya meminta ummat Islam di seluruh dunia agar menghentikan kekerasan itu melalui pendekatan “soft power” dan “smart power”.

Kepada sejumlah menteriya, Presiden SBY meneragkan, saat di New York setelah berpidato di PBB, ia telah berbicara bagaimana kita bisa melakukan sesuatu yang besar di dunia agar jarak atau permusuhan antar yang berkonflik tidak melebar.

Setelah meresmikan masjid tersebut, Presiden dan rombongan kemudian menunaikan shalat Jumat. Usai shalat Jumat Presiden kemudian mengadakan pertemuan dengan beberapa pemuka umat Islam di Amerika Serikat dan melakukan dialog.

Turut mendampingi Presiden SBY dalam kesempatan ini antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, dan Mendikbud Mohammad Nuh. (YH/TJI/BPS/ES)

Berita Terbaru