Resmikan Pasar Giwangretno, Presiden Jokowi: Penjual Harus Tersenyum, Jangan ‘Merengut’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Mei 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 36.340 Kali
e5bfed83d389e05ce7664a3adbc62061

Presiden Joko Widodo berdialog dengan pedagang di Pasar Giwangretno, Kebumen, Jawa Tengah, Senin (4/5). (Foto: BPMI – Rusman)

Setelah meresmikan Pasar Manis Purwokerto I dan meninjau saluran irigasi hasil pencairan dana desa tahun 2015, di Desa Kedunguter, Kabupaten Banyumas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung melanjutkan perjalanan ke Kebumen, guna meresmikan Pasar Rakyat Giwangretno, di Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (4/5) siang.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi meminta para pedagang untuk menjaga kebersihan pasar yang baru diresmikannya itu. “Jangan sampai kotor, pasar itu harus bersih,” ujar Presiden menyampaikan pesannya.

Jika musim hujan, Presiden Jokowi mengingatkan, para pedagang agar menjaga supaya pasar tidak boleh becek. “Apalagi musim kering juga tidak boleh becek,” tuturnya.

Presiden juga meminta para pedagang agar menjaga pasar tersebut tidak bau. Caranya, lanjut Presiden, agar mereka tiap hari bareng-bareng membersihkan agar pasarnya menjadi pasar yang bersih, tidak kalah dengan mall, tidak kalah dengan supermarket.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta agar para pedagang menata rapih dagangannya. “Biar dilihat oleh pembeli itu enak sehingga tertarik untuk beli,” ujarnya.

Dalam kesempatan Presiden Jokowi mengatakan, dirinya membawa celemek sebagai oleh-oleh agar pedagang memiliki seragam. “Tapi kalau ada pembeli datang, penjual harus tersenyum. Jangan ada pembeli penjualnya merengut, nggak laku nanti dagangannya,” pinta Presiden yang disambut senyum para pedagang di Pasar Giwangretno itu.

Pasar Rakyat Giwangretno, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen mengalami perubahan signifikan dimana luas tanah menjadi 4.013 m2 dari semula 3.678 m2. Jumlah pedagang saat ini sebanyak 463 orang, sebelumnya hanya 411 orang; jumlah kios 73 unit, awalnya hanya 66 unit.

Adapun kegiatan pasar sekarang setiap hari, semula hanya dua kali seminggu; omset sehari mencapai Rp104.175.000 per hari, sebelumnya Rp61.650.000 per hari; dan kini telah memiliki fasilitas mushola, kamar mandi, pos kesehatan, tera ulang, sebelumnya tidak memiliki sama sekali fasilitas. (TKP/OJI/ES)

Berita Terbaru