Resmikan Pasar Krendetan, Presiden Jokowi: Lakukan Penataan Dagangan Dengan Baik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Mei 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 35.438 Kali
Presiden Jokowi Meresmikan Pasar Krendetan, Rabu (4/5), sore, di Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: BPMI/Laily)

Presiden Jokowi Meresmikan Pasar Krendetan, Rabu (4/5), sore, di Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: BPMI/Laily)

Setelah meresmikan Pasar Manis di Purwokerto dan Pasar Giwangretno di Kebumen Presiden Joko Widodo, Rabu (4/5) sore, meresmikan Pasar Krendetan, Purworejo, Jawa Tengah. Dalam pidatonya Presiden sempat bertanya pada para pedagang “Pasar ini sudah dibangun, menurut panjenegan sae nopo sae?” “Sae!” jawab serentak para pedagang.

Di Pasar Krendetan, Presiden menyampaikan agar kebersihan pasar selalu terjaga. “Dijaga kebersihannya, jangan ada sampah, (nomor) satu. Yang kedua, dijaga agar pasar ini tidak bau dan tidak becek, sehingga tiap pagi nyapu-nyapu, resik-resik pasar kita sendiri,” pesan Presiden.

Selain soal kebersihan, Presiden juga berpesan untuk melayani pembeli dengan baik. “Pedagang itu kalau didatangi pembeli ngguyu, tersenyum, jangan sampai didatangi pembeli malah mrengut.”

Presiden yakin pasar tradisional bisa bersaing dengan mall jika dilakukan penataan dagangan dengan baik. “Dagangannya ditata yang baik, jangan kalah dengan mall, dengan super market,” ujar Presiden.

Untuk menunjang penataan, Presiden sudah menginstruksikan dinas terkait untuk memberi pelatihan penataan dagangan. “Bu Dinas, tolong masalah penataan, pedagang di-training sehingga yang jualan laku,” kata Presiden.

Presiden juga meminta kepada Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk melengkapi fasilitas yang ada di Pasar Krendetan.

“Menurut saya masih ada yang kurang-kurang, misalnya meja untuk pedagang. Tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Menteri (Perdagangan) dilengkapi sekalian meja-mejanya biar bagus,” kata Presiden Jokowi.

Sebagai tanda telah diresmikannya Pasar Krendetan ini  Presiden menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian.

Pasar Krendetan berdiri di lahan seluas 2.680 m2 dengan luas bangunan 5.019 m2 serta omzet ditaksir mencapai Rp1 milyar per bulan.  Anggaran biaya pembangunan pasar ini diperkirakan sebesar Rp6 milyar dan mampu menampung 285 pedagang.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (TKP/OJI/UN)

Berita Terbaru