Resmikan Pembangkit Listrik di Papua dan Papua Barat, Presiden Harap Kualitas Hidup Meningkat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Mei 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 26.818 Kali
Presiden Jokowi saat meresmikan pembangkit listrik di Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, Selasa (9/5). (Foto: Humas/Anggun)

Presiden Jokowi saat meresmikan pembangkit listrik di Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, Selasa (9/5). (Foto: Humas/Anggun)

Setiap berkunjung ke provinsi, kabupaten, atau kota manapun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mendengar bahwa yang menjadi keluh kesah adalah kekurangan listrik.

“Ada yang lapor, Bupati, “Pak, listrik di sini masih sangat kurang”. Pindah lagi ke provinsi yang lain, “Pak, listrik di sini masih kurang, sering mati, sering byarpet. Inilah memang fakta yang kita hadapi,” terang Presiden saat meresmikan Listrik Desa Papua-Papua Barat, Maluku-Maluku Utara; Peresmian PLTMH dan PLTS Tersebar; Peresmian PLTU Maluku Utara 2 X 7 MW; serta Groundbreaking PLTMG MPP Jayapura 50 MW di Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) MPP Jayapura 50 MW, Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, Selasa (9/5). 

Presiden Jokowi juga sampaikan telah memerintahkan kepada jajarannya, baik Menteri ESDM, Menteri BUMN, maupun Direktur Utama PLN untuk secepat-cepatnya menyelesaikan kekurangan-kekurangan yang sudah sangat mendesak di daerah-daerah, terutama di kawasan Indonesia Timur, utamanya lagi di tanah Papua.

“Kita kan telah berbicara tahun yang lalu, 2 tahun yang lalu mengenai BBM di Papua yang harganya sangat berbeda dengan di wilayah yang lain. Sudah 6 bulan ini harga BBM di tanah Papua sama seperti yang dirasakan oleh Saudara-saudara kita yang lain, di provinsi yang lain, di wilayah yang lain,” jelas Presiden ke-7 Republik Indonesia. 

Hal kedua yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah masalah semen. Ia menambahkan bahwa hal ini masih menunggu, akan dicari jalan terus agar harga semen yang ada di tanah Papua juga sama seperti yang ada di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan provinsi-provinsi yang lain. 

“Kemudian listrik. Saya kira Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara tahu, tahun 2020 Papua nanti akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON). Sekarang venue-venue tempat untuk penyelenggaraan sedang dibangun oleh Gubernur, oleh provinsi, kota, maupun sebagian oleh pemerintah pusat. Tetapi kalau dihitung-hitung listriknya juga masih kurang. Sudah dihitung, listriknya masih kurang,” tutur Presiden seraya sebutkan bahwa peresmian dilakukan dalam rangka menyiapkan PON tahun 2020.

Perlu juga diketahui bahwa nanti sampai tahun 2019, menurut Presiden, sekarang ini di Papua total kebutuhannya, Papua dan Papua Barat totalnya adalah 280MW. Ia menambahkan bahwa sampai 2019 nanti diharapkan akan mendapatkan angka 730MW, sudah lebih dari dua kali  lipat sehingga harapannya sudah tidak ada kekurangan listrik lagi di Papua. 

“Saya perintahkan ke Menteri ESDM untuk diberikan prioritas penggunaan gas untuk kelistrikan kita. Jangan semuanya batubara, harus ada beberapa pembangkit listrik baik memakai gas, baik memakai tenaga microhydro, memakai matahari, dan ada juga arus laut yang nanti juga akan kita mulai di NTT,” tutur Presiden yang juga sampaikan bahwa inilah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyediakan kelistrikan.

Ke berbagai kementerian, Presiden Jokowi telah perintahkan untuk menghadirkan berbagai terobosan-terobosan dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan. Ia juga sampaikan bahwa seperti halnya saat ini dilakukan groundbreaking PLTMG MPP di Jayapura 50MW. Selain itu, Presiden Jokowi juga resmikan PLTU Tidore, Maluku Utara 2x7MW, yang merupakan PLTU pertama yang beroperasi di Maluku Utara. Selain itu juga diresmikan Listrik Desa untuk Papua dan Maluku Utara.

“Perlu saya sampaikan, saya sudah memberikan target ke Menteri ESDM untuk desa-desa yang sulit dijangkau oleh transmisi listrik, ini akan diberikan nantinya lewat listrik tenaga matahari, tenaga surya. Targetnya dalam 3 tahun ini, sampai 2019, kira-kira targetnya adalah 600 desa. Sehingga desa-desa yang jauh, tidak terjangkau oleh kabel listrik, memakai tenaga surya atau matahari. Hari ini di Papua ada 22 desa, kelurahan, atau kampung, dan di Maluku Utara ada 13 desa yang mendapatkan listrik,” tambah Presiden. 

Listrik Tingkatkan Kualitas Hidup di Papua dan Maluku

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga sampaikan tidak selamanya dapat bergantung pada energi yang berasal dari sumber daya alam seperti minyak bumi atau batubara, karena lambat laun sumber daya tersebut akan habis karena tidak bisa diperbaharui.

“Oleh sebab itu, karena negara kita adalah negara tropis di mana matahari bersinar sepanjang tahun, inilah yang harus kita manfaatkan. Tadi sudah saya sampaikan, desa-desa pakai surya, pakai matahari. Oleh karenanya, saya juga mendorong pembangkit listrik energi baru terbarukan seperti tadi pembangkit listrik tenaga surya atau matahari, pembangkit listrik tenaga microhydro, dan beberapa di antaranya akan diresmikan pada hari ini,” tambah Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa listrik bukan hanya memberikan penerangan. Ia menambahkan bahwa ini bukan hanya masalah penerangan tapi listrik juga memberikan kesempatan bagi rakyat, bagi penduduk di Papua maupun di Maluku Utara untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

“Malam hari anak-anak kita bisa belajar. Mungkin yang mempunyai usaha di rumah juga bisa listrik ini memberikan usaha-usaha, menghidupkan usaha-usaha yang ada di rumah-rumah. Tapi buat saya yang paling penting anak-anak kita bisa belajar agar kedepan sumber daya manusia kita bisa lebih baik dan bisa bersaing dengan negara-negara yang lain,” pungkas Presiden seraya sampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong percepatan berbagai pembangkit listrik di seluruh tanah air agar dapat membangkitkan potensi dan kekuatan yang dipunyai. 

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN Rini Soemarno. (UN/EN)

Berita Terbaru