Resmikan PLBN Motaain, Presiden Jokowi: Kualitas Bangunan Sudah Baik, Layani Rakyat Dengan Baik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Desember 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.826 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke NTT, Rabu (28/12). (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke NTT, Rabu (28/12). (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pembangunan kembali pos lintas batas negara (PLBN) di sejumlah wilayah perbatasan Indonesia karena menyangkut masalah nasionalisme dan harga diri bangsa. Sebagai wajah negara, Presiden tidak ingin bila kita tampak buruk di mata negara-negara lain, khususnya negara tetangga.

Oleh karenanya, selain memperbaiki kualitas bangunan, Kepala Negara juga menginstruksikan agar turut dilakukan perbaikan kualitas pelayanannya. “Saya minta seluruh pimpinan dan karyawan baik Imigrasi, Bea Cukai, karantina, dan aparat-aparat yang lain betul-betul layanilah rakyat dengan baik. Siapapun yang melintas di sini dilayani dengan baik, karena ini wajah kita, wajah Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan pembangunan kembali pos lintas batas negara (PLBN) Motaain di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, dan meninjau PLBN Motamasin yang berada di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Rabu (28/12) siang.

Selain itu, Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo kembali mewanti-wanti soal pungutan liar. Presiden Jokowi menegaskan, bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya kejadian pungutan liar dalam pelayanan publik di Indonesia.

“Jangan sampai lagi ada pungli. Hati-hati, kalau saya sudah bicara seperti ini hati-hati. Saya minta kecepatan dan perbaikan pelayanan betul-betul berubah. Bukan hanya fisiknya, tetapi layanannya juga harus diperbaiki,” tegas Presiden.

Membangun Dari Pinggir
Selain meresmikan PLBN Motaain, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) itu juga meninjau PLBN Motamasin yang berada di Kabupaten Malaka. Presiden menjelaskan bahwa kini pembangunan dimulai dari pinggir, dari desa dan akan terus dilakukan.

“Kita lihat memang daerah-daerah perbatasan sudah seperti ini sekarang, di Entikong, Motaain, Motamasin. Sekarang silakan dibandingkan dengan negara tetangga, kita lebih baik,” ujar Presiden.

Selain lebih baik kualitas bangunannya, PLBN dengan bangunan yang baru ini, menurut Presiden, memberikan rasa bangga kepada masyarakat di sekitar PLBN. “Rakyat menjadi sangat bangga terhadap daerahnya, terhadap negaranya,” kata Presiden.

Seperti juga PLBN lainnya, Presiden meminta agar PLBN Motamasin juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dengan membangun pasar tradisional. “Pasar tradisional, penting untuk rakyat, untuk perputaran uang yan lebih banyak, untuk pergerakan ekonomi yang lebih baik, perbatasan penting sekali,” ujar Presiden.

Mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam kunjungan itu adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek, dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (UN/BPMI/ES)

Berita Terbaru