Resmikan PLTG Gorontalo, Presiden Jokowi: Kebutuhan Listrik Tidak Bisa Ditunda

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 34.634 Kali
Presiden Jokowi saat meresmikan PLTG Gorontalo 100MW, Jumat (3/6) sore, di Pohuwato, Gorontalo. (Foto: BPMI/Laily)

Presiden Jokowi saat meresmikan PLTG Gorontalo 100MW, Jumat (3/6) sore, di Pohuwato, Gorontalo. (Foto: BPMI/Laily)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemenuhan kebutuhan listrik ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Untuk itulah, Presiden menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan, karena tidak bisa ditunda-tunda lagi.

“Sudah tidak mungkin lagi ada investasi datang kemudian suruh nunggu listriknya, pasti balik, pulang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peresmian PLTG Gorontalo 100MW, di Pohuwato, Gorontalo, Jumat (3/6) siang.

Presiden menegaskan, sudah tidak mungkin lagi ada investasi datang kemudian disuruh menunggu listriknya, pasti mereka akan balik, pulang.

Ia menyebutkan, ada hotel mau membangun di Gorontalo, kemudian tanya listriknya tidak ada, pasti balik lagi, pindah ke provinsi yang lain atau pindah ke negara yang lain. “Entah industri, entah manufaktur, semuanya butuh listrik, semuanya butuh listrik,” ujarnya.

Yang paling penting, lanjut Presiden, juga anak-anak Indonesia kalau malam hari, belajar juga membutuhkan listrik. Usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro yang di kampung, yang di desa, semuanya juga membutuhkan listrik.

Karena itu, lanjut Presiden, kalau kunci itu tidak segera kita selesaikan masalahnya, sampai kapan pun kita akan seperti ini terus. “Kelihatannya investasi akan masuk, akan masuk, tapi mentoknya di listrik lagi. Misalnya izin sudah diperbaiki tetapi listrik enggak ada, juga enggak akan datang. Itu problem-problem yang kita hadapi,” ungkap Presiden.

Karena itu, Presiden Jokowi menitipkan, agar pembangkit listrik yang masih mangkrak di Gorontalo diselesaikan. “Ini sudah sejak tahun 2007 dibangun, 2×25(megawatt) di Kabupaten Gorontalo Utara, diselesaikan sehingga nanti bisa menambah pasokan lagi,” pintanya.

Presiden mengingatkan agar jangan meremehkan hal itu. “Uangnya Rp396 miliar, kok berhenti kemudian dibiarkan? Kemarin kita yang di Pontianak Rp1,5 triliun juga sudah 8 tahun (mangkrak). Tidak bisa, saya bekerja tidak bisa seperti itu. Pasti akan saya kejar terus, hati-hati,” tukasnya.

PLTG Gorontalo
Dalam awal pidatonya Presiden Jokowi memuji PLTG yang terdapat di Pohuwato, Gorontalo ini, yang menurutnya pembangunannya paling cepat, hanya 7 bulan. Pembebasan lahan, kemudian langsung konstruksi, persiapan konstruksi, kemudian mendatangkan mesinnya, dan  saat ini sudah bisa dinikmati.

Artinya, lanjut Presiden, sekarang Provinsi Gorontalo mestinya sudah kelebihan pasokan listrik, sudah kelebihan 45MW. “Berarti sekarang ada 3 provinsi yang sudah aman, termasuk Gorontalo. Yang lain-lain ngantri. Karena kalau membangun yang gas ini cepat, cepat. Tapi yang batu bara itu bisa 4 tahun, bisa 4,5 tahun, bisa 5 tahun, nunggunya lama. Dan yang banyak memang kita batu bara, terutama yang gede-gede batu bara,” papar Presiden.

Peresmian PLTG Gorontalo merupakan agenda terakhir kunjungan kerja Presiden kali ini yanang difokuskan pada upaya mengatasi ketersediaan listrik. PLTG yang berlokasi di desa Meleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ini merupakan proyek pembangkit listrik pertama yang telah beroperasi dari program pembangunan listrik 35.000MW.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan itu antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir. (BPMI/UN/ES)

Berita Terbaru