Resmikan Terminal Teluk Lamong, Presiden Jokowi: Bangun Pelabuhan Jangan 10-20 Ha, Tapi 200 Ha

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 30.701 Kali
Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN dan Gubernur Jatim menekan sirene peresmian Terminal Teluk Lamong, di Surabaya, Jatim, Jumat (22/5) pagi

Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN dan Gubernur Jatim menekan sirene peresmian Terminal Teluk Lamong, di Surabaya, Jatim, Jumat (22/5) pagi

Sebagai lanjutan dari rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Terminal Teluk Lamong, di Surabaya, Jumat (22.5) pagi.

Peresmian Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Terminal Teluk Lamong itu ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi, yang didampingi oleh Menteri BUMN Rini S. Soemarno, Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Sujanto.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah air. Oleh sebab itu, kita harus mulai kembali berfikir untuk lebih memperhatikan kemaritiman kita, kelautan kita.

Presiden membayangkan apabila tol laut dimana nantinya pelabuhan di Kuala Tanjung, di Belawan sudah besar seperti yang ada di Surabaya, di Teluk Lamong ini. Kemudian pelabuhan-pelabuhan yang lain, baik yang di Tanjung Priok, baik yang Makassar yang hari ini juga akan di-groundbreaking,  dan selanjutnya yang di bagian timur, di Sorong, nanti juga akan mulai dikerjakan bulan Juli atau Agustus.

“Dengan fasilitas-fasilitas yang komplit dan itu semua terintegrasi, saya membayangkan dan juga berhitung bahwa biaya transportasi, biaya logistik kita akan jatuh mungkin bisa separuh atau sepertiga karena sekarang biaya transportasi, logistik kita masih mahal sekali kalau dibandingkan dengan negara tetangga kita,” papar Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, persaingan sekarang ini bukan lagi persaingan antar provinsi, antar kota, antar kabupaten, tetapi sudah antar negara. Karena itu, alau kita tidak bisa menurunkan biaya transportasi dan biaya logistik akan sulit bagi kita untuk bersaing.

“Kalau bisa menurunkan traffick cost-nya, bisa menurunkan loading dan unloading cost-nya, bisa menurunkan saving cost-nya barang-barang kita, saya yakin bisa bersaing dengan produk-produk dari negara yang lain,” tutur Jokowi.

Karena itu, Presiden Jokowi menyarankan agar ke depan kalau mau membangun pelabuhan jangan nanggung-nanggung. Jangan hanya 10-20 hektar, bangun 200 hektar pelabuhan tetapi plus dengan kawasan industri minimal 2000 hektar, sehingga terintegrasi di situ ada pelabuhan, ada powerplan kawasan industri. Sehingga jarak kawasan industri dengan pelabuhan menjadi dekat dan sangat efisien.

“Jangkauan kita tidak hanya jangkauan 10-20 tahun tetapi 50-100 tahun yang akan datang,” tegas Presiden Jokowi seraya menyebutkan, kasus-kasus yang ada, yang lalu, membangun hanya 50 hektar kemudian kanan kirinya diduduki oleh masyarakat dan penduduk, akhirnya tidak bisa ekspansi lagi.

Presiden Jokowi melihat Terminal Teluk Lamong itu akan menjadi contoh bagaimana sebuah BUMN, Pelindo III bekerja sama dengan baik dengan Walikota, dengan Gubernur, dengan Pemerintah Daerah, dengan DPRD sehingga semuanya bisa dilaksakan dengan baik.

Namun, ia mengingatkan bahwa  ini abaru pada tahap awal kapasitas baru 1,5 juta TEUs per tahun. Diharapkan , nantinya pada 2020 bisa mencapai paling tidak 5,5 juta TEUs per tahun. Demikian juga di Tanjung Priok, kargonya sekarang masih 5,5 juta TEUs per tahun, diharapkan pada 4 (empat) tahun mendatang sudah mencapai 15 juta TEUs per tahun.

“Meningkatkannya harus meloncat tiga sampai empat kali. Kalau tidak seperti itu, biaya transportasi, biaya-biaya logistik kita akan mahal sekali,” tutur Jokowi.

Terminal Teluk Lamong merupakan anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia III, yang difungsikan untuk melayani peti kemas domestik, peti kemas internasional dan curah kering (food green) dengan standar pangan. Terminal yang memiliki luas area 38 hektar itu adalah satu-satunya terminal pelabuhan di Indonesia yang menerapkan konsep Go Green sehingga dalam operasionalnya menggunakan peralatan sumber daya listrik dan meminimalkan mesin diesel. Hanya truk berbahan bakar gas yang diizinkan beroperasi dan kini Terminal Teluk Lamong telah dilengkapi dengan dua unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas.

Ikut mendampingi Presiden pada peresmian tersebut adalah Menteri BUMN Rini S. Soemarno, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Sujanto. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru