RKP 2018 Dibahas Awal 2017, Seskab: Pemerintah Ingin Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 Februari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 22.012 Kali
Seskab menjelaskan hasil Sidang Kabinet Paripurna tentang RKP 2018 di Istana Negara, Jakarta (1/2). (Foto: Humas/Jay)

Seskab menjelaskan hasil Sidang Kabinet Paripurna tentang RKP 2018 di Istana Negara, Jakarta (1/2). (Foto: Humas/Jay)

Meskipun baru satu bulan memasuki tahun 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menggelar sidang kabinet paripurna yang salah satu agendanya adalah membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, dan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/2) siang.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjelaskan, pembahasan agenda 2018 itu karena memang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menginginkan ada perubahan tidak terlalu mepet, waktu yang cukup, dan supaya ada pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Dari laporan, baik dari Menteri Bappenas maupun Menteri Keuangan, diharapkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 akan lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan di tahun 2016 maupun 2017, karena memang ini momentum, waktunya pemerintah untuk bisa tumbuh secara lebih baik, secara lebih berkualitas, menurunkan gini ratio atau ketimpangan,” kata Pramono menjawab wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/2) petang.

Dengan demikian, lanjut Seskab, Presiden memberikan tugas kepada seluruh menteri agar semuanya dikonsentrasikan dalam melakukan pemerataan untuk mengurangi ketimpangan.

Seskab menjelaskan, walaupun gini ratio (rasio ketimpangan) di dalam pemerintahan saat ini terus turun, tetapi Presiden belum puas dengan penurunan dari 0,41 menjadi 0,39. “Beliau tetap menginginkan penurunan itu lebih tinggi supaya gap-nya juga lebih rendah,” tegasnya.

Persiapan Asian Games 2018

Selain Rencana Kerja Pemerintah 2018, menurut Seskab, dalam Sidang Kabinet Paripurna itu juga membahas hal terkait dengan penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara se-Asia atau Asian Games tahun 2018.

Menurut Seskab, Presiden Jokowi telah menginstruksikan mulai sekarang, karena waktu tinggal 1,5 tahun, semua kegiatan aktivitas yang berkaitan dengan Kementerian/Lembaga yang melibatkan hal-hal fisik ataupun juga hal-hal yang sifatnya publik, maka diminta untuk mulai dilakukan sosialisasi untuk Asian Games.

“Dengan demikian pemerintah ingin Asian Games yang setelah hampir lebih dari 40 tahun ini bisa berjalan dengan baik dan berkualitas,” kata Pramono. (DNA/JAY/ES)

Berita Terbaru