Rupiah Dekati Rp 13.000, Presiden Jokowi: Ini Faktor Eksternal, Fiskal Kita Sekarang Sehat Kok

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 12 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 64.262 Kali

money-changer-750x422Setelah sempat menguat pada akhir minggu lalu, sejak awal minggu ini, nilai tukar mata uang rupiah terus mengalami pelemahan terhadap mata uang dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, mata uang rupiah diperdagangkan pada posisi Rp 12.679 (9/2), Rp 12.644 (10/2), Rp 12.700 (11/2), dan pada Kamis (12/2) mendekati angka Rp 13.000, tepatnya Rp 12.794.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditanya wartawan terkait pelemahan nilai mata uang rupiah itu mengatakan, bahwa faktor eksternal memang sekarang ini saling mempengaruhi.

“Jadi faktor eksternal baik yang berkaitan dengan harga minyak yang terus turun, baik yang berkaitan dengan quantitative easing, semuanya berpengaruh,” kata Jokowi di sela-sela acara pembukaan Jakarta Food Security Summit (JFSS), di Jakarta Convention Center, Kamis (12/2) pagi.

Presiden menegaskan, yang jelas fiskal kita sekarang sudah sehat, inflasi juga sudah bisa dipegang, kemudian juga yang berkaitan dengan neraca coba juga semakin baik.

Diingatkan Kepala Negara, bahwa ini semua memerlukan waktu. “Saya baru 3 bulan lebih dikit lho,” ujarnya.

Terkait ruang fiskal itu, semenjak  mengalihkan beban subsidi harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah mendapatkan ruang fiskal baru senilai Rp 240 triliun, yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru