Saat Presiden Jokowi Undang Pengojek, Sopir Mikrolet, Sopir Taksi, Makan Siang Di Istana

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 29.734 Kali
Presiden Jokowi makan siang dengan seratusan tukang ojek, sopir mikrolet, sopir taksi, dsb, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/9) siang

Presiden Jokowi makan siang dengan seratusan tukang ojek, sopir mikrolet, sopir taksi, dsb, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/9) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang seratusan pengojek, sopir mikrolet, Kopaja, Kopami Jaya, Metromini dan sopir taksi untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/9) siang.

“Saya mengundang ke sini hanya untuk makan siang, tidak ada kepentingan lain,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato penyambutan makan siang untuk puluhan pengojek, sopir mikrolet, Kopaja, Kopami Jaya, Metromini dan sopir taksi, yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Istana Negara ini.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi bercerita pada saat pertama kali ke Jakarta yang harus enam kali ganti angkutan dari Klender, Jakarta Timur, menuju ke Kuningan, Jakarta Selatan.

“Tahun 85-88 ke Jakarta dari Klender ke Kuningan tiap pagi jam 06.00 WIB tiga kali ganti angkutan. Saya ingat betul itu. Tahun 85 ingat (naik) metromini,” kenang Presiden.

Presiden Jokowi juga menginggatkan kepada para sopir dan para pengojek bahwa saat ini kompetisi sangat ketat dan diminta tidak saling bergesekan. “Hidup di manapun persaingan. Jangan berantem antara (Ojek) pangkalan dan Gojek,” katanya.

Presiden Jokowi juga mengajak berdialog dengan para pengojek beserta para sopir angkutan umum yang di undang ke Istana.

Para pengojek dan sopir angkutan yang diundang ke makan siang oleh Presiden ke Istana mengaku sangat gembira dan pengalaman pertama sekali seumur hidup.

“Rasanya bangga banget, sebagai anak jalanan merasa dihargai. Susah dikatakan pak rasanya, ada rasa strawberi, juga binggung, yang pasti bahagia banget,” kata pengojek dari Gojek, Rofiq.

Rofiq yang asli Jakarta ini mengatakan bahwa dirinya dulu merupakan sopir taksi dan ojek pangkalan ini mengaku tertolong dengan adanya Gojek ini.

“Ada tambahan pendapatan setelah masuk Gojek, ini sangat membantu,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan teman Rofiq, Muksin, bahwa dirinya sangat bangga karena bisa masuk Istana Negara.

“Saya bahagia, baru kali ini ngrasain (merasakan) masuk istana,” kata Muksin.

Sedangkan Sopir Mikrolet, T Napitulu, mengatakan bahwa undangan makan siang ini meruapakan penghragaan yang tinggi bagi dirinya dan dihargai pekerjaan sopir sehingga diundang ke istana.

Menurut Napitulu, ada tiga temannya dari Metromini yang diundang makan siang bersama sopir dan tukang ojek yang diundang Presiden. (*/ANT/ES)

Berita Terbaru