Saksikan Armada Jaya XXXIV, Presiden Jokowi Minta TNI Rutin Lakukan Uji Coba Senjata Strategis

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 40.522 Kali
Presiden Jokowi berfoto bersama para pimpinan yang terlibat dalam latihan Armada Jaya XXIV/2016, di Laut Jawa Utara Madura, Rabu (14/9). (Foto: Biro Setpres)

Presiden Jokowi berfoto bersama para pimpinan yang terlibat dalam latihan Armada Jaya XXXIV/2016, di Laut Jawa Utara Madura, Rabu (14/9). (Foto: Biro Pers Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan uji coba senjata-senjata strategis milik TNI yang disertai dengan latihan prajurit TNI harus dilaksanakan secara rutin agar senjata-senjata strategis itu bisa selalu diperbaharui.

Saat menyaksikan latihan tempur dengan nama sandi Armada Jaya XXXIV/2016 di atas Geladak KRI Banjarmasin-592, di Laut Jawa utara Madura, Rabu (14/9) pagi, Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi (Pangti) Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengatakan, tanpa latihan-latihan rutin, kita tidak akan bisa meng-up date, memperbaiki senjata-senjata strategis yang kita punyai.

Dalam latihan itu, prajurit-prajurit TNI melakukan  sejumlah atraksi dan demo keterampilan pasukan, di antaranya adalah peluncuran roket anti kapal selam jenis RBU 6000 dari empat KRI, yakni Kapal Kujang, Kapal Layang, Kapal Clurit, dan Kapal Ajax.

Selain itu pasukan TNI AL juga melakukan uji coba senjata strategis berupa peluru kendali C-705 dan Torpedo Surface and Underwater Torpedo (SUT) dengan sasaran KRI Karimata 960, dimana aba-aba penembakan diberikan langsung oleh Presiden Jokowi.

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 itu digelar dengan tujuan untuk mengukur kemampuan prajurit serta mengukur kekuatan operasional dan keterpaduan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam mendukung operasi gabungan TNI ke depannya.

Latihan ini melibatkan 39 unsur kapal perang berbagai jenis, 8 pesawat udara, dan 1.700-an pasukan pendarat beserta kendaraan tempurnya.

Dua tahun sekali

Menurut Presiden Joko Widodo latihan seperti ini biasa dilakukan setiap dua tahun sekali.  Ia menyebutkan, latihan ini juga dimaksudkan untuk memetakan senjata-senjata strategis yang dimiliki oleh TNI.

“Ini adalah latihan puncak Angkatan Laut yang dilakukan setiap dua tahun. Latihan ini dilakukan untuk uji coba senjata-senjata strategis yang kita punyai. Tadi sudah dicoba rudalnya, sudah dicoba juga meriam artilerinya dan juga roket-roket anti kapal selam,” kata Presiden.

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 akan dilanjutkan Kamis (15/9) besok dengan pendaratan pasukan amfibi di Situbondo.

“Ini akan menggerakkan kurang lebih 7.500 prajurit. Saya kira latihan-latihan seperti ini harus dilaksanakan setiap tahun, setiap dua tahun dan akan kita tunjukkan bahwa kemampuan-kemampuan senjata strategis kita tidak kalah dengan negara-negara lain,” kata Presiden Jokowi.

Menjawab wartawan, Presiden menjelaskan, semua senjata-senjata strategis yang kita mempunyai kemampuan semuanya akan kita buat. “Saya kira kalau kita beli ya tidak hanya beli saja, beli ya kita pelajari apa memungkinkan industri strategis kita memproduksi itu. Saya kira semuanya kalau dipelajari kita bisa dalam rangka kemandirian,” pungkasnya.

Saat menyaksikan latihan Armada Jaya itu, Presiden Jokowi didampingi oleh  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, KSAL Laksmana TNI Ade Supandi , Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Hadi Tjahjanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (UN/ES)

Berita Terbaru