Sambutan Balasan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono Pada Jamuan Santap Kenegaraan Presiden Portugal Anibal C. Silva, Lisabon, 19 September 2014

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 24 September 2014
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 61.077 Kali

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang Mulia, Presiden Anibal Cavaco Silva dan Ibu Negara Maria Cavaco Silva,

Yang Mulia, Perdana Menteri Pedro Passos Coelho,

Yang Mulia, Ketua Parlemen Portugal, Ibu Assunção Esteves

Yang Saya muliakan para Menteri dan Pejabat Tinggi Negara Portugal,

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Selamat malam, Boa noite

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada sahabat karib saya Yang Mulia Cavaco Silva, atas kehormatan yang diberikan melalui jamuan santap malam kenegaraan ini. Sejak ketibaan kami di Lisabon, saya beserta Ibu Negara sangat terkesan atas keramahtamahan yang diberikan kepada kami. 

        Sewaktu menerima Presiden Cavaco Silva di Jakarta pada tahun 2012, saya telah berjanji akan membalas kunjungan tersebut pada suatu hari nanti. Alhamdulillah, sejak kemarin malam, saya sangat  berbahagia dapat berada disini, di negeri yang indah ini. Kunjungan ini sendiri sangatlah bersejarah. Kunjungan ini adalah kunjungan pertama setelah kunjungan yang terakhir Presiden Indonesia ke Lisabon lebih dari setengah abad yang lalu.

Saya sungguh bergembira bahwa pada hari ini saya dan delegasi melakukan serangkaian pertemuan dengan Presiden Cavaco Silva, Perdana Menteri Pedro Passos Coelho, dan Ketua Parlemen Assuncao Esteves, serta Wali Kota Lisbon Antonio Costa. Kami membicarakan upaya peningkatan persa-habatan, kerjasama dan kemitraan Indonesia-Portugal ke depan.

Dalam pertemuan bilateral hari ini, kita sepakat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi di bidang perdagangan dan investasi, energi, perikanan, dan infrastruktur. Selain itu, kita juga bersepakat untuk mendorong peningkatan hubungan people-to-people, utamanya melalui sektor pendidikan, pari-wisata, dan kebudayaan.

 Pada siang hari ini, saya sungguh merasa terhormat telah menerima the Golden Key of Lisbon dari Walikota Lisabon, Antonio Costa. Kota Lisabon menempati tempat yang unik dalam sejarah penjelajahan global. Dari tempat inilah, para pelaut tersohor seperti Vasco da Gama, Ferdinand Magellan, dan Bartholomew Diaz  mengarungi tujuh samudera untuk mencapai berbagai belahan dunia. Bagi saya, the Golden Key melambangkan keinginan keras kita bersama untuk membuka berbagai peluang yang terbentang luas di hadapan kita.

        Yang Mulia,

        Saya masih teringat sambutan Yang Mulia sewaktu jamuan santap malam kenegaraan di Jakarta, bahwa kedua negara kita saat ini menikmati hubungan politik yang baik. Saya tentu sependapat dengan pandangan Yang Mulia, dan kita berharap kedua negara dapat terus membangun hubungan yang saling menguntungkan berdasarkan suatu visi jangka panjang. Suatu hubungan yang dinamis, selalu berwawasan ke depan, dan senantiasa ber-adaptasi terhadap berbagai tantangan.

And this reminds me of a verse in a sonnet by your much-celebrated poet, Luiz de Camoes: “Times change, as do our wills. What we are – is ever changing; All the world is made of change, And forever attaining new qualities.”

        Indeed, Indonesia and Portugal are bounded by centuries of relationship. Many have occurred throughout this long period, of which historians have narrated them in their works. I must say, Keroncong, a traditional Indonesian musical genre, is heavily influenced by Portuguese folk music, Fado. If Portuguese travelers come to visit North Jakarta, and listen to the rhythm of Keroncong Tu-gu, I guarantee that they will feel at home.

Sebagaimana kesenian dan kebudayaan telah menghubungkan kita, tentu kita juga dapat mene-mukan adanya kesamaan kepentingan dalam berbagai bidang lainnya. Saya meyakini bahwa kedua bangsa kita memiliki kesamaan sikap “harus bisa”.

Di bidang ekonomi misalnya, saya sungguh berbahagia bahwa kedua negara kita telah berhasil mengelola dan melalui berbagai tantangan ekonomi. Dengan mengadopsi pemulihan struktural dan kebijakan-kebijakan penyesuaian, kita telah mem-bangun perekonomian yang lebih kuat dan stabil. Capaian ini telah memberikan kita peluang untuk memperkuat kerja sama sektor ekonomi. Oleh karena itu, kita perlu terus mendorong peran aktif dan peran serta para pelaku ekonomi kita. Semakin mereka saling mengenal, maka mereka akan semakin dapat mengidentifikasi berbagai peluang ekonomi yang mengemuka. Oleh karenanya, saya menyambut baik penyelenggaraan berbagai forum bisnis yang memungkinkan para pelaku ekonomi dari kedua negara untuk bertemu secara langsung, termasuk pertemuan siang hari tadi.

Dalam upaya kita mengembangkan hubungan ekonomi, kita juga perlu menjajaki peluang yang ada di seputar kawasan negara kita masing-masing. Saya yakin, dengan posisi geostrategis yang kita miliki, kita bisa saling membantu menghubungkan dengan kawasan masing-masing. Portugal bisa menjadi jembatan bagi Indonesia ke kawasan Eropa Barat, Afrika, Amerika Latin serta negara-negara berbahasa Portugis. Sebaliknya, Indonesia dapat menjadi jembatan bagi Portugal ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Pasifik.

Yang Mulia,

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Banyak kalangan yang mengapresiasi peran penting Portugal di kawasannya. Kiranya penilaian ini memiliki kebenaran. Melalui peran aktif Yang Mulia baik saat menjabat sebagai Perdana Menteri maupun sebagai Presiden Portugal, negeri Yang Mulia telah sangat berkontribusi dalam proses rekonstruksi Uni Eropa, pembentukan Traktat Maastricht dan masuknya mata uang escudo ke dalam sistem moneter Eropa. Traktat Lisabon yang ditandatangani pada 13 Desember 2007 juga menjadi tonggak sejarah bagi kerja sama regional di Eropa. Saya juga mencatat keberhasilan Yang Mulia dalam mengatasi krisis ekonomi Portugal. Yang Mulia juga terus bekerja keras untuk membangun dan mema-jukan Portugal.

Segenap capaian ini semakin menjadikan Portugal, sebuah negara dengan potensi yang sangat luas, sebagai bagian utuh dari Uni Eropa, dan telah berhasil mengembangkan ilmu pengeta-huan dan teknologi maju. Sementara itu, Indonesia dikaruniai potensi sumber daya alam yang berlim-pah, sumber daya manusia yang produktif, sekali-gus sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Pada tataran global, Indonesia dan Portugal telah memberikan kontribusi yang nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional, termasuk diantaranya dengan menyumbangkan pasukan bagi misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB.

On a special note, I am still puzzled, why out of 240 millions Indonesians we have yet able to assemble a world class football team. While Portu-gal, with around 10 million populations, has no difficulties to assemble a world class national team. I know for sure, many Indonesian young footballers dream to be as good as Eusébio, Luis Figo

Pada akhirnya, Yang Mulia, saya meyakini bahwa hubungan bilateral kedua negara kita akan terus menguat dari waktu ke waktu. Saya juga meyakini bahwa kita dapat bekerjasama secara erat dalam mengatasi berbagai tantangan regional dan global, serta memainkan peranan penting dalam menciptakan dunia yang lebih damai, aman dan makmur.

Selanjutnya, saya mengundang Yang Mulia dan para tamu undangan yang terhormat untuk meng-angkat gelas dan mendoakan agar Yang Mulia senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin negeri Portugal yang indah ini. Saya juga mendoakan dibawah kepemimpinan Yang Mulia, rakyat Portugal akan selalu menikmati perdamaian dan kemakmuran.

Terima kasih. Muito obrigado.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

Lisabon, 19 September 2014

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

 

 

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Transkrip Pidato Terbaru