Sambutan Presiden Joko Widodo dalam Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Se-Dunia Tahun 2014, di Istana Kepresidenan Yogyakarta, 9 Desember 2014

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Desember 2014
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 17.267 Kali

Bismillahirahmanirohim
Assalamaulaikum Wr. Wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semuanya

Yang saya hormati, para Menteri Kabinet Kerja, pimpinan Lembaga Tinggi Negara;
Yang saya hormati, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta;
Yang saya hormati, Ketua Komnas HAM dan Ketua LPSK, Kapolri, Kapolda, Pangdam, Ketua DPRD; Yang saya hormati, para aktivis dan pejuan HAM;
Hadirin yang saya hormati dan undangan yang berbahagia.

Sebagai Presiden, saya harus memegang teguh dan berjalan dalam ranah konstitusi. Dalam konsitusi kita sudah jelas bahwa pengakuan, penghormatan, dan perlindungan atas hak asasi manusia telah dijadikan pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk bekerja keras dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu sejarah berkeadilan yang tadi sudah disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM. Dalam rangka menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, ada dua jalan yang bisa kita lalui, yaitu lewat jalan rekonsiliasi secara menyeluruh. Yang kedua, lewat pengadilan HAM ad hoc, tadi secara rinci telah disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM.

Pelaksanaan HAM tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum tetapi juga bagaimana  pemerintah dapat menjamin hak-hak ekonomi, hak-hak sosial, dan hak-hak budaya,  seperti hak warga negara memperoleh layanan pendidikan, layanan kesehatan, dan juga memberikan jaminan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Pemerintah tidak hanya berperhatian dan  berkomitmen untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM di masa lalu tapi juga mencegah terulangnya kembali pelanggaran HAM di masa yang akan datang, di masa datang, dengan melakukan reformasi sistem  hukum yang tegas, yang terpercaya, yang konsisten dan tidak diskriminatif.

Pada kesempatan peringatan hari HAM Internasional ini, saya perlu menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima permohonan grasi dari Saudari Eva Susanti Bande, seorang aktivis HAM. Menurut informasi yang saya peroleh, Saudari Eva Bande telah menggerakkan petani yang  melawan ketidakadilan. Saya mendengar bahwa yang bersangkutan dalam proses mengajukan permohonan grasi dan saya sedang mempertimbangkan untuk mengabulkan permohonan grasi tersebut.

Namun tentu saja harus menunggu proses lebih lanjut, termasuk menunggu pertimbangan dari Mahkamah Agung. Tetapi Insya Allah pada peringatan Hari Ibu nanti Saudari Eva Bande moga-moga bisa bebas dan bisa berkumpul dengan suami serta putra-putrinya.

Demikian yang bisa saya sampaikan pada Peringatan Hari HAM Internasional tahun 2014 ini. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru