Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Acara ‘Groundbreaking’ Proyek Pembangunan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT), Jakarta, 9 Septemper 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 September 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 14.316 Kali

Logo Pidato

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati para menteri kabinet kerja, Gubernur DKI, Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Walikota, Dirut BUMN khususnya Adhikarya, hadirin, pada undangan yang berbahagia.

Saya ingin mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, utamanya transportasi massal. Untuk itu pembangunan infrastruktur transportasi massal harus dipercepat. Sesuatu yang sudah tertunda dalam kurun waktu yang cukup lama sudah saatnya harus kita mulai.

Tanggal 2 September kemarin saya telah menandatangani Perpres (Peraturan Presiden) untuk mempercepat penyelenggaraan kereta api ringan atau light rail transit. Dan sekarang, hari ini tanggal 9 September 2015, enam hari setelah Perpres itu saya tanda tangani, kita sudah berkumpul di sini untuk memulai proyek ini.

Tadi Dirut Adhikarya sudah menyampaikan, ini sudah kita bicarakan 3 tahun yang lalu, akhir Desember 2012. Saya, Pak Gubernur DKI, dulu Pak Wagub, juga dengan Pak Dirut Adhikarya berbicara ini nggak tahu berapa kali ketemu, saya sudah lupa. Berarti sudah hampir 3 tahun proyek yang digagas ini sebetulnya saat itu, saya lihat juga sudah matang, tapi saya tidak tahu kenapa tidak bisa dimulai. Oleh sebab itu, sekarang bertiga lagi, ketemu lagi, Gubernur DKI, Dirut, saya ketemu, tapi ditambah Menteri BUMN, tambah lagi Gubernur Jawa Barat ketemu dan sepakat. Kalau saya itu orangnya memang tidak… orangnya simpel. Sudah siap semuanya, datanya? Sudah, tapi belum, Pak, kurang satu. Apa satu yang belum? Perpres, Pak. Beri waktu dua hari saya untuk buat Perpresnya. Saya buat, saya berikan ini. Kapan proyek dimulai? Langsung saya tanyakan. Ternyata hanya seminggu langsung bisa dimulai.

Setelah ini, ini kan yang dari luar masuk ke Jakarta. Saya tadi di depan juga tanya ke Pak Gubernur DKI, Perpresnya juga sudah saya beri ke Gubernur DKI, ini. Tadi bisiki Pak Gubernur, kapan bisa dimulai, Pak Gub? Januari, karena di DKI harus lelang. Oke, nggak apa-apa. Tetapi yang paling penting sebelum Asian Games 2018 nanti dimulai, ini sudah harus sambung. LRT dari Bodetabek masuk ke Jakarta, diterima oleh LRT-nya Pak Gubernur DKI. Jadi dari Gubernur Jawa Barat masuk ke Gubernur DKI, diterima nanti Gubernur DKI, LRT-nya Gubernur DKI, dan terintegrasi dengan semua moda transportasi yang ada di DKI, baik MRT, baik bis Transjakarta; busway-nya, baik dengan kereta ke bandaranya, baik dengan kereta cepatnya juga, kok diem? Dengan kereta cepatnya Jakarta-Bandung, semuanya terintegrasi. Ini adalah pekerjaan yang dilaksanakan bersama-sama, semuanya harus bersambung; LRT, MRT, busway, kereta cepat, kereta bandara, semuanya karena kereta bandara sebentar lagi juga akan kita mulai. Setelah itu, pekerjaan di sini moga-moga mengenai transportasi massal itu sudah bisa diselesaikan. Artinya yang, menurut saya yang paling penting adalah semua pekerjaan itu segera dimulai. Setelah dimulai, beri target selesainya kapan.

Dan saya juga ingin menyampaikan bahwa pekerjaan transportasi, infrastruktur transportasi tidak hanya di Jawa saja. Akhir bulan ini, saya akan juga mulai pembangunan kereta api di Sulawesi, akhir bulan moga-moga juga sudah dimulai. Karena kemarin sebetulnya akan dimulai bulan Agustus, tapi saya nggak mau. Dikerjakan dulu minimal dapat 5-7 kilo baru saya mau groundbreaking. Saya mau melihat barangnya kaya apa yang dikerjakan sehingga mengontrolnya mudah, setiap hari lewat jadi progress-nya bisa terus kita pantau. Tapi yang di Sulawesi saya minta ini dimulai dulu, nanti sudah 5-7 kilo baru saya akan lihat pekerjaannya itu. Kemudian yang kereta api yang di Papua juga perlu saya sampaikan, ini masih dalam proses juga, proses FS (Feasibility Study). Kita harapkan akhir Desember ini selesai FS-nya, tahun depan juga sudah kita mulai. Jadi kereta api di Papua, supaya informasi juga perlu saya sampaikan. Jangan sampai nanti ini kok yang dikerjakan di Jawa terus. Di luar Jawa juga sudah, tapi semuanya pakai proses, semuanya harus melalui tahapan-tahapan proses.

Saya kira itu, Bapak/Ibu sekalian, yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa semua pihak harus bersama-sama menyukseskan pembangunan infrastruktur ini, LRT dan semua proyek yang berkaitan dengan transportasi massal. Dan jangan ditunda-tunda lagi karena ini menyangkut kemacetan di Jakarta yang sudah akut, yang memang harus kita selesaikan bersama-sama. Segera dimulai, segera diselesaikan, dan yang saya tunggu nanti, Pak Gubernur DKI, bulan Januari. Saya juga mau datang. Yang meresmikan groundbreaking-nya Pak Gub, tapi saya mau datang. Karena semuanya memang harus segera dimulai dan segera diselesaikan.

Akhir kata dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pembangunan kereta api ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi-Tangerang saya nyatakan dimulai. Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru