Sambutan Presiden Joko Widodo pada Deklarasi Pemagangan Nasional, 23 Desember 2016, di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Desember 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 6.733 Kali
Logo-PidatoBismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja. Yang saya hormati Ketua Umum Kadin, Ketua Umum APINDO, beserta seluruh jajaran pengurus. Yang saya hormati Wakil Gubernur Jawa Barat, beserta Bupati dan Walikota yang hadir. Para pimpinan perusahaan-perusahaan, yang saya hormati para peserta magang, undangan hadirin yang berbahagia.

 
Di era persaingan global yang semakin sengit sekarang ini kemampuan SDM, kemampuan sumber daya manusia harus terus kita tingkatkan karena di sinilah kunci, kunci dalam memenangkan kompetisi itu. Sudah tidak bisa tidak. Termasuk kemampuan Tenaga Kerja Indonesia agar bisa langsung bisa bekerja setelah lulus dari lembaga pendidikan.
Perlu diingat bahwa dalam menghadapi persaingan global dan kompetisi dunia secara kuantitas potensi kekuatan kita sebetulnya cukup besar.  60% dari penduduk Indonesia adalah anak muda. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 195 juta penduduk usia produktif di tahun 2040. Tetapi, tadi yang disampaikan oleh Ketua Umum Kadin, Bapak Rosan, bahwa kondisi yang ada 50% itu lulusan SD,  20%  itu lulusan SMP, dan 17% itu lulusan SMA/SMK. Inilah yang harus kita tingkatkan kualitas skill, kualitas SDM kita, sehingga bonus demografi yang ada itu tidak sia-sia.
 
Untuk itu kita harus fokus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, SDM yang berkualitas yang memungkinkan Indonesia bisa melakukan lompatan kemajuan, mengejar ketertinggalan dengan negara-negara yang lain. Mayoritas penduduk kita  yang ada diusia produktif harus menjadi aktor-aktor pembangunan, aktor-aktor  inovasi. Jangan sampai bonus demografi kita ini berubah menjadi sebuah kumpulan pengangguran. Ini yang harus kita hindari, sangat berbahaya sekali.
 
Dan saya  sangat menghargai kerja sama kementerian dengan Kadin dengan APINDO dalam rangka Pemagangan Nasional. Saya juga minta, jumlahnya saya tidak mau hanya jumlah yang 100 atau 1000, tidak. Karena kebutuhan kita adalah untuk memperbaiki skill, memperbaiki kualitas SDM kita, kebutuhan kita 2 jutaan. Problem besar nanti, memang ini tugas pemerintah, tugas dunia usaha, setelah pemagangan yang jumlahnya bisa ratusan ribu dan jutaan ini , penyiapan lapangan pekerjaannya seperti apa. Ini yang juga kita akan terus bekerja sama dengan Kadin dan seluruh asosiasi dunia usaha, agar semuanya yang telah melakukan pemagangan ini semuanya terserap oleh dunia kerja kita, terserap oleh dunia usaha. Baik di industri, baik di pariwisata dan yang lain lain-lainnya.
 
Ini yang magang ada yang hadir di sini tidak?
 
(Presiden meminta peserta magang dan perwakilan perusahaan maju berbincang)
 
Tapi nanti kalau magang jangan hanya suruh photocopy loh ya. Saya titip, nanti kalau ada suara dari yang magang, Pak saya hanya disuruh buat kopi sama suruh photocopy, jangan hanya ada urusan kopi lagi ya. Jadi penempatannya betul-betul meningkatkan skill mereka, itu yang kita harapkan.
 
Sekali lagi, saya sangat menghargai  apa yang telah dikerjakan pada hari ini oleh Kementerian Tenaga Kerja, bekerja sama dengan Kadin, dan asosiasi , dengan APINDO. Saya kira hal-hal seperti ini tidak hanya dikerjakan di Jawa Barat. Tetapi, tadi saya minta kepada ketua Kadin, kepada APINDO agar  juga dikerjakan di provinsi-provinsi yang lain. Tetapi juga kepada seluruh kementerian, juga saya dorong agar investasi-invetasi yang akan masuk ke negara kita itu betul-betul harus diberikan sebuah pelayanan yang baik. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.
 
Tapi juga jangan sampai ada isu-isu, ini isu-isu seperti ini juga harus dijawab. Karena banyak yang bersuara, bersuara, suara, suara, katanya tenaga kerja dari Tiongkok itu yang masuk ke Indonesia 10 juta, 20 juta. Itu yang hitung kapan?
 
Hitungan kita sampai hari ini, tenaga kerja yang dari Tiongkok itu 21 ribu. 21 ribu, sangat kecil sekali. Jangan ditambahinnya terlalu banyak. Saya kira tenaga kerja kita yang ada Malaysia lebih dari 2 juta, di Saudi lebih dari 1 juta, yang ada di Hongkong 153 ribu, yang ada di Thailand 200 ribu. Juga mereka, negara mereka juga wellcome dan biasa-biasa saja. Tetapi di kita logikanya tidak mungkinlah tenaga kerja dari luar, misalnya dari Hongkong, atau dari Eropa, atau dari Amerika masuk, tidak mungkin. Karena yang jelas gaji mereka di sana lebih gede dari kita.
 
Kita harus ngomong apa adanya, gaji kita di sini memang masih lebih rendah dari yang di sana. Tetapi, saya kira tahun demi tahun nanti akan kita akan bisa meningkatkan, kalau pertumbuhan ekonomi kita semakin baik. Logikanya logika seperti itu. Masa 10 juta, 10 juta itu adalah turis yang kita harapkan dari Tiongkok bisa masuk ke Indonesia karena itu menjadi rebutan. Nomor satu sekarang itu rebutan turis itu dari Tiongkok, Amerika yang paling gede, bisa merebut dari 150 juta turis sana bisa masuk ke Amerika. Nomor dua adalah Uni Eropa. Ini urusannya urusan turis lho.
 
Bukan urusan tenaga kerja, mana mau mereka ke sini dengan gaji yang lebih kecil, kan tidak mungkin. Logika ini yang harus saya sampaikan agar jangan, satu nanti rumor, isu-isu, gosip-gosip itu berkembang ke mana-mana. Logikanya tidak masuk.
 
Dan kembali lagi ke urusan magang. Saya harapkan nanti selesai magang, ini bisa 6 bulan, bisa satu tahun, para tenaga kerja nanti bisa mendapatkan yang penting juga harus mendapat sebuah sertifikasi dan sertifikat kompetensi. Sehingga bisa dipakai untuk melamar pekerjaan di manapun, di perusahaan manapun. Ini sangat penting untuk tenaga kerja kita bisa melanjutkan bekerja di tempat magang atau untuk melamar kerja di perusahaan yang lain.
 
Dan lebih bagus kalau ada yang mau memulai usaha sendiri, itu lebih bagus. Tadi sudah belajar apa tadi, solder, belajar membuat speaker, ya bisa saja memulai usaha bikin apa terserah. Karena yang mendapatkan sertifikat kemampuannya sudah memenuhi standar dari SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) atau standar internasional atau standar-standar khusus.
 
Dan kepada seluruh perusahaan saya minta untuk benar-benar memastikan hak para pemagang supaya dipenuhi. Saya enggak tahu apakah bisa diberikan uang transportasi, bisa diberi uang makan, atau diberikan hak-hak yang lain, supaya mereka benar-benar diberi bimbingan, diberikan  kesempatan untuk mendapatkan keahlian yang aplikatif. 
 
Dan saya minta  juga kementerian juga ikut terus mengawal, memantau pelaksanaan di lapangan. Jadi yang magang maupun yang perusahaan tempat magang sama-sama mendapatkan keuntungan di program Pemagangan Nasional ini. Terakhir, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Program Pemagangan Nasional resmi diluncurkan. Terima kasih.
 
 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Transkrip Pidato Terbaru