Sambutan Presiden Joko Widodo pada ‘Groundbreaking’ Makassar New Port di Terminal Penumpang Angin Mamiri Pelabuhan Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, 22 Mei 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Mei 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 15.687 Kali

Logo PidatoAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin,
wassholatu was salamu ‘ala ashrofil anbiya i wal-mursalin,
Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin,
wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota DPR yang hadir,
Seluruh Menteri Kabinet Kerja, Wantimpres, Gubernur beserta Ibu, Dirut Pelindo IV, serta Bapak/Ibu seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat yang hadir,
Hadirin yang berbahagia.

Empat bulan yang lalu kita memulai pembangunan groundbreaking di Kuala Tanjung seluas 2.200 hektar untuk pelabuhan di sebelah barat, di Sumatera. Kemudian di Tanjung Priok mungkin 2018 akan meloncat kapasitas dari 5,5 juta Teus meloncat kepada 15 Teus per tahun. Kemudian tadi pagi di Surabaya juga sama, ada peresmian tetapi juga melanjutkan untuk memperbesar kapasitas dari 1,5 juta meloncat ke 4,2 juta Teus per tahun. Kemudian yang di sini di Makassar sama, sekarang 560 ribu Teus per tahun dan dengan pembangunan ini nantinya akan meloncat kepada 4,2 juta Teus per tahun. Bulan Juli, nanti akan dimulai di Sorong juga ini juga akan meloncatkan lagi kapasitas kita di sana mungkin 5 kali lipat dari yang ada sekarang.

Artinya apa? Benar bahwa kita harus kembali ke laut, harus kembali ke laut karena 2/3 wilayah Indonesia adalah air adalah laut dan kita memiliki 17 ribu pulau, jangan melupakan itu. Oleh sebab itu, konektivitas antar pulau itu adalah sangat penting. Dengan apa? Yang paling murah adalah dengan kapal, adalah dengan konektivitas laut. Inilah pentingnya tol laut, seperti tadi yang disampaikan oleh Dirut Pelindo IV. Dengan itu akan muncul sebuah daya saing yang baik. Dengan tol laut akan muncul sebuah cost biaya transportasi yang jauh lebih murah.

Kalau dibandingkan, saya memiliki data dibandingkan dengan negara tetangga kita, biaya transportasi kita 3 kali lebih mahal, 3 kali lebih mahal, 2,5-3 kali lebih mahal. Inilah yang akan terus kita tekan agar biaya itu menjadi sama dengan negara-negara yang lain. Sehingga pada akhirnya kalau sudah biaya transportasi menjadi murah, biaya logistiknya menjadi murah, harga-harga yang diterima masyarakat nanti juga akan jatuh lebih murah. Inilah perlunya sebuah konektivitas.

Sehingga harus betul-betul dicek betul berapa biaya tracking dari sebuah kawasan industri ke pelabuhan, biaya tracking dari tempat produksi menuju ke pelabuhan, dihitung betul. Kemudian dicek, saya sudah perintahkan kepada Menko Maritim, dicek betul berapa biaya loading dan unloading di pelabuhan, bongkar dan muat biayanya berapa. Dicek pungutannya ada tidak, pelayanan satu pintunya ada atau tidak, berapa hari itu akan selesai, dwelling time-nya juga, semuanya dihitung, semuanya dikalkulasi. Kemudian sea freight cost-nya berapa, biaya untuk kapalnya berapa, semuanya dihitung dan saya akan ikuti ini satu per satu karena sekali lagi ini menyangkut nanti pada harga jual produk barang-barang kita baik di dalam negeri maupun daya saing nanti dengan negara-negara yang lain. Itulah sekali lagi pentingnya konektivitas antar pulau yang dinamakan tol laut. Memang ini masih dalam proses tapi saya kira insya Allah 3-4 tahun itu akan bisa kita selesaikan.

Tapi ada yang memang bisa mandiri, seperti yang di Jakarta Pelindo II, bisa mandiri tidak pakai penyertaan modal dari negara bisa mandiri. Karena apa? Di situ sudah untung. Tapi yang di timur ini mestinya harus pakai suntikan. Kalau tidak sampai kapanpun tidak akan bisa dikerjakan. Oleh sebab itu, Pelindo IV itu harus diberikan PMN. Tidak mungkin yang sebelah timur akan sama misalnya dengan Jakarta atau Surabaya yang tidak usah disuntik pun sudah bergerak. Itulah pentingnya Penyertaan Modal Negara. Dan sekali lagi saya menyakini insya Allah kalau 3-4 itu selesai, nantinya semua harga di seluruh tanah air akan bisa tertekan turun dan akhirnya masyarakatlah yang diuntungkan. Juga daya saing produk-produk industri kita kalau dikompetisikan dengan negara-negara tetangga, negara-negara ASEAN karena tahun depan kita sudah masuk ke Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economics Community),  kita juga bisa bersaing dengan baik.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Makassar New Port saya nyatakan resmi mulai dibangun.

Terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru