Sambutan Presiden Joko Widodo pada Groundbreaking Pengembangan Perluasan Pelabuhan Sambas Sibolga, di Pelabuhan Sambas Sibolga, 20 Agustus 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Agustus 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 7.963 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya,
Horas!

Kemarin di Nias saya pikir horas, ternyata disana yahowu. Padahal masih satu provinsi sudah berbeda-beda, baru tahu saya. Kalau enggak ke Nias, kalau enggak ke Sibolga bisa keliru nanti.

Ini, jadi kenapa saya ke Sibolga. Kapan ya, dua minggu atau tiga minggu yang lalu, dua minggu yang lalu, dua minggu yang lalu waktu rapat di Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Pak Wali Kota saat itu diberi kesempatan, semuanya, semua Bupati/Wali Kota, 516 Bupati/Wali Kota diberi kesempatan untuk menyampaikan mengenai inflasi di daerahnya masing-masing. Pak Wali tunjuk jari, ngomong. Tapi yang disampaikan bukan inflasi. Saya sudah protes, ini urusan inflasi. Enggak Pak, ini Pelabuhan Sibolga Pak. Ya sudah, saya beri kesempatan, Pelabuhan Sibolga seperti apa. Cerita.

Nah, dari situ, kemudian langsung hari itu juga saya perintahkan kepada Menteri BUMN dan Pak Menteri Perhubungan untuk datang ke Sibolga. Sudah datang kesini. Karena ini miliknya Pelindo I, jadi pemiliknya adalah Menteri BUMN. Tetapi tanggung jawab tetap juga di Menteri Perhubungan juga ikut. Terus lapor ke saya gimana lapangannya. Ya memang hitung-hitungan kalkulasi bisa dikembangkan berapa kali lipat dari yang sekarang. Kalau yang sekarang 24 ribu Teus per tahun, betul Pak ya? Nantinya akan dikembangkan menjadi 60 ribu. Jadi tiga kali lipat dari yang sekarang ini.

Manfaatnya apa sih? Orang banyak bertanya, kenapa pemerintah sekarang, pemerintah kita ini sekarang fokus kepada infrastruktur, tidak jalan tol, tidak pelabuhan, tidak airport, pembangkit listrik. Kenapa konsentrasi kita di situ? Karena kita tertinggal jauh sekali dengan negara tetangga-tetangga. Sehingga apa? Karena infrastruktur jalan enggak baik, karena pelabuhan enggak baik, sehingga apa? Harga-harga dibandingkan negara tetangga kita jauh lebih mahal. Harga transportasi, biaya transportasi dua setengah kali lipat Singapura, Malaysia. Biaya logistik dua sampai dua setengah kali lipat dibandingkan Singapura dan Malaysia. Harga daging saja, ini saya sering jengkel di sini, harga daging. Di sana harga di retail, di supermarket, di hypermarket itu hanya 55 sampai 60. Kita berapa harga daging? Berapa Ibu-ibu? 120. Nah, dua kali lipat.

Apa yang keliru? Salah satunya di sini adalah infrastruktur kita banyak yang tidak siap. Jalan banyak yang tidak siap. Pelabuhan ini sudah berapa puluh tahun. Padahal Sibolga ini adalah, saya ini waktu SD saya ingat, kalau pelabuhan itu mesti disebut Pelabuhan Sibolga termasuk pelabuhan yang tertua tapi tidak pernah dikembangkan. Ya ditinggal oleh yang lain. Oleh sebab itu, langsung saya perintah saat itu, cek seperti apa kondisinya. Ternyata bisa dikembangkan.

Ini nanti kita akan peletakan batu pertama, groundbreaking. Kita harapkan akhir 2017, betul Bu? Kemarin kan maunya 2018. Enggak mau, saya minta yang cepat. Akhir 2017 selesai, sudah. Terserah mau dikerjakan siang – malam atau pagi – siang – malam terserah tetapi 2017 akhir selesai. Kerja itu mesti harus diberikan target kalau enggak nanti molor-molor nanti.

Seperti juga yang kemarin di Nias. Karena bulan Juni juga saya dengar banyak sekali dari masyarakat, ada SMS, ada yang unggah di Twitter, terus di Facebook, saya baca masalah listrik mati dua belas hari di Nias. Ternyata apa? Ya memang kurang. Harusnya 50 ribu kebutuhan, yang baru ada adalah 27 ribu. Itupun ada masalah dengan investor pemiliknya sehingga mati 12 hari. Saya perintah, ini selesaikan, harus cepat selesaikan. Padahal kalau membangun pembangkit listrik itu minim 4 – 4,5 tahun kalau PLTU. Sudah, ini pakai yang lain, PLTG yang membangunnya cepat. Sehingga kemarin Bu Menteri BUMN juga menyampaikan siang – malam, Oktober tahun ini selesai yang di Nias listriknya. Sudah kerja, saya enggak tahu kerjanya seperti apa tetapi rampung. Kalau saya hanya gitu aja, masak saya ngurus-ngurusi yang kecil-kecil gitu. Pokoknya saya lihat nanti rampung Oktober. Gitu aja. Masih ditambahi lagi 27 MW tambah 25, Oktober tahun ini. Tahun depan tambah lagi 25 lagi. Ini cerita Nias. Sehingga apa? Listriknya menjadi tidak byarpet, tidak hidup dan mati.

Hampir di semua provinsi kalau saya turun ke bawah pasti masyarakat ngomongnya, Pak listriknya. Ganti provinsi Pak listriknya, ganti provinsi Pak listriknya. Seperti itu. Sehingga sekarang pemerintah konsentrasi, prioritas, fokus ke infrastruktur. Bangun pelabuhan, bangun perpanjang airport, runway-nya, jalan tol sudah, pembangkit listrik. Ya memang kita ditinggal terlalu jauh. Padahal itu adalah basic, itu dasar, itu pondasi kalau negara ini mau maju. Tanpa itu, jangan berharap kita bisa bersaing dengan negara yang lain. Tanpa itu, jangan kita berharap bisa berkompetisi dengan negara yang lain. Tanpa itu, jangan berharap kita bisa memenangkan pertarungan kompetisi dan persaingan. Enggak mungkin, ini basic sekali.

Kalau ini ada, itu baru babak yang kedua, SDM kita siap tidak. Manusia-manusia, sumber daya manusia kita siap enggak. Kalau tidak juga kalah lagi. Ini rampung, sumber daya manusia harus digarap habis-habisan agar bisa juga bersaing, bisa juga berkompetisi.

Saya kira itu sedikit yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Untuk di sini pelabuhan dibangun, nanti tahun depan terminal airport-nya juga dibangun, digedein. Tadi saya lihat, ini perlu dibangun. Langsung tadi begitu duduknya jejer dengan Menteri, mumpung saya ingat, bangun sudah, bangun. Dan memang tugasnya Presiden begitu, perintah, selesai, nanti dicek, dikontrol.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Insha Allah nanti kalau di sini selesai, saya kesini lagi. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya nyatakan hari ini pekerjaan perluasan pengembangan Pelabuhan Sibolga resmi dimulai.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru