Sambutan Presiden Joko Widodo Pada KTT Indian Ocean Rim Association (IORA), di Assembly Hall 3 Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 7 Maret 2017, Pukul 09.00 WIB

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Maret 2017
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 8.881 Kali

Logo-Pidato2Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati Yang Mulia Kepala Negara, Kepala Pemerintahan. Yang saya hormati Yang Mulia Wakil Presiden Republik Indonesia, para pimpinan lembaga negara. Yang saya hormati Yang Mulia para Menteri, para Duta Besar, Sekjen IORA, para peserta yang terhormat, Ibu dan Bapak yang kami hormati.

Saya mengucapkan selamat datang yang hangat di Konferensi Tingkat Tinggi 20 tahun Indian Ocean Rim Association (IORA). KTT ini yang menandai dua dekade keberadaan IORA terselenggara pada saat yang kritis bagi perekonomian dunia dan bahkan bagi umat manusia. Semakin terasa bahwa dunia sekarang di tengah-tengah sebuah revolusi global.

Pertama, sebuah revolusi teknologi yang tanpa belas kasihan telah memenetrasi dan melakukan perubahan ke depan. Yang kedua, sebuah revolusi politik yang berpotensi menandai permulaan sebuah era populisme. Dan di saat yang kedua, revolusi ini menyatu itu seperti dua cairan yang eksplosif yang mengalir bertabrakan. Kalau di zaman kuno, kita pernah bicara mengenai wajah meluncurkan 1000 kapal, maka sekarang ini kita bicara mengenai twit yang meluncurkan ribuan likes.

Di Indonesia kami percaya bahwa Samudra Hindia pada saat ini sedang berkembang menjadi salah satu poros kunci di dalam perhelatan dunia. Selama ratusan tahun Samudra Atlantik yang mendominasi perhelatan dunia. Kemudian, dalam 30 tahun terakhir dengan berkembangnya secara drastis negara-negara di Asia Timur banyak yang menyatakan inilah abadnya Samudra Pasifik, Pacific Century. Namun, kami percaya bahwa saat ini Samudra Hindia di ambang suatu keperkasaan dengan perkembangan masyarakat, masyarakat besar dan ekonomi-ekonomi yang semakin berperan di Afrika Timur, di Timur Tengah, di Asia Selatan, di Asia Tenggara, dan di Australia.

Komunitas IORA ini adalah komunitas yang unik. kawasan IORA mempunyai tata raksasa, sebuah kawasan yang sekaligus kaya tapi juga dengan masih adanya kantong-kantong kemiskinan. Sebuah kawasan yang kaya dengan tradisi tapi harus kita akui memerlukan modernisasi di banyak aspek.

Beberapa tahun ini, IORA telah memfasilitasi banyak prakarsa-prakarsa penting di berbagai bidang. IORA tentunya memfasilitasi banyak kerjasama di bidang kemaritiman. Ditandai dengan tahun 2015 dengan kita telah menerbitkan deklarasi kerja sama maritim IORA di Padang, Indonesia.

Kawasan Samudra Hindia menghadapi banyak resiko bencana alam. IORA telah memfasilitasi banyak kemajuan yang konkret di bidang penanggulangan bencana. tahun lalu di Pulau Bali, Menteri luar negeri-menteri luar negeri kita menerbitkan deklarasi kesetaraan wanita dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Bapak/ Ibu hadirin yang terhormat,

Pengalaman di seluruh dunia menunjukkan, salah satu cara yang paling gampang dan paling murah untuk menggenjot sebuah ekonomi dengan pemberdayaan perempuannya. kita harus ingat pepatah yang saya kira amat benar, yaitu behind every great man ther is a great woman, di belakang setiap orang hebat ada seorang wanita yang hebat.

Lingkungan hidup juga merupakan sebuah urusan yang memerlukan perhatian secara mendesak. Sejak saya menjabat tahun 2014, Pemerintah saya menerapkan program penindakan yang tegas terhadap praktek-praktek dan perikanan illegal (illegal fishing) dan juga telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengurangi kebakaran hutan, kebakaran lahan gambut, yang setiap tahun mencemari udara dengan asap dan kabut. Namun, urusan lingkungan ini rasanya hanya semakin mendesak, budaya yang lazim di banyak komunitas kita, yaitu membakar sampah di udara terbuka. Menciptakan polusi udara yang sebenarnya amat buruk untuk kesehatan masyarakat. Sampah- sampah plastik masuk ke dalam lautan kita setiap tahun dalam jumlah yang dasyat dan rasanya jumlah itu akan semakin bertambah.

Saya ingin mengungkapkan apresiasi saya atas upaya berbagai forum di bawah naungan IORA. Memprakarsai solusi-solusi praktis atas tantangan-tantangan yang nyata seperti ini. Dan saya imbau agar menteri-menteri kita, pejabat pejabat tinggi kita, dan peserta KTT ini terus mendorong solusi-solusi praktis. Dan, kita semua tentunya memperjuangkan kepentingan kita masing-masing. Namun sebagaimana disampaikan secara bijaksana oleh pendiri Republik Indonesia, Presiden Soekarno, lebih dari setengah abad yang lalu. Beliau mengatakan internasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar dalam bumi nasionalisme, sebaliknya nasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak hidup dalam taman sari internasionalisme.

Karena teknologi, maka globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa kita balikkan, tidak bisa kita mengelak darinya. Dan justru globalisasi sudah tidak terelakan lagi, kita menjadi semakin membutuhkan internasionalisme. Kita butuh internasionalisme untuk menciptakan solusi-solusi atas hambatan, atas tantangan yang timbul akibat globalisasi. Namun, sebagaimana diuraikan Presiden Soekarno, internasionalisme kita harus berakar pada bumi nasionalisme. Sebuah nasionalisme yang sehat, yang bijaksana, yang menyampaikan kebenaran, menceritakan apa adanya kepada masyarakat kita masing-masing. Sebuah nasionalisme yang tulus yang berani melakukan yang terbaik untuk bangsa kita di jangka yang panjang dan di jangka masa depan, bukan yang memancing atau terpancing emosi yang sesaat.

Bapak/ Ibu hadirin sekalian yang saya hormati,

Dengan demikian saya ingin menyampaikan atas nama komunitas IORA, terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak/ Ibu di Jakarta minggu ini. Sudah pasti kita semuanya masing-masing menghadapi berbagai tekanan-tekanan ekonomi dan tekanan-tekanan politik domestik, sehingga seringkali sulit untuk bisa menghadiri KTT seperti ini. Namun, kehadiran Bapak/ Ibu sekalian mengairi, menyuburkan taman sari internasionalisme.

Mari  kita berkonferensi secara konstrukstif, produktif menuju Jakarta Concord dan action plan yang sudah kita canangkan.

Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

 

Transkrip Pidato Terbaru