Sambutan Presiden Joko Widodo pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia, 5 Juni 2018, di Gedung Pemancar LPP RRI Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Juni 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 3.152 Kali

Logo-Pidato2Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin, wassalatu was salamu ‘ala ashrifil anbiya i wal-mursalin,
Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Haji Muhammad Jusuf Kalla,
Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Depok beserta seluruh jajaran,
Yang saya hormati Yang Mulia Duta Besar negara-negara sahabat,
Yang saya hormati para rektor,
Hadirin undangan yang berbahagia.

Tadi sudah dijelaskan secara rinci oleh Menteri Agama mengenai rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia yang ini sudah di godok, sudah dimatangkan, sudah direncanakan selama 2 tahun. Jadi ramainya ini sudah 2 tahun.

Tapi mencari lahannya juga tidak mudah, karena saya sampaikan, saya tidak mau setengah-setengah, lahannya harus besar. Permintaan awal saya saat itu lebih dari 1.000 hektare tapi ternyata enggak ada lahan 1.000 hektare lebih di Jawa ini, sudah sangat sulit sekali. Saya menawarkan di luar Jawa, semua tim menyampaikan tidak setuju. Ya sudah, sekarang dibangun saja di Jawa.  Carikan lahan yang mendekati 1.000, ternyata kita mendapatkan 142 hektare. Memang jauh dari 1.000 tetapi setelah melihat di lapangan tadi, saya juga kaget, ternyata 142 hektare itu juga sebuah lahan yang sangat luas. Alhamdulillah. Saya enggak membayangkan kalau dapat yang 1.000 hektare.

Yang kedua, kalau kita lihat dari sisi bangunan, dari sisi desain, desainnya futuristik. Memang ilmu, memang riset adalah memang kita melihatnya ke depan, bukan melihat ke belakang. Baik dari sisi desain, sisi tata ruang, sisi kampusnya, saya melihat ini adalah betul-betul sebuah kampus masa depan.

Dan kita berharap Universitas Islam Internasional Indonesia benar-benar nanti menjadi pusat kajian, menjadi pusat penelitian peradaban Islam di negara kita, Indonesia. Karena kita dikenal sekarang ini di dunia sebagai negara besar, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sudah sewajarnya, sudah sepantasnya, sudah sepatutnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah nanti tempatnya.

Setelah dihitung-hitung habisnya berapa? Kok gede banget ini dilaporkan ke saya, “kurang lebih Pak Presiden, Rp3,5 triliun”. Dan sudah saya masukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional.  Tahun  ini akan dimulai, sudah dianggarkan Rp700 milliar. Diperkirakan akan selesai insyaallah, selesai total kurang lebih 4 tahun, 4 tahun. Tapi tahun depan insyaallah sudah bisa kita gunakan kampus ini untuk 1, 2, 3 mata kuliah yang sudah kita siapkan.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Kita berharap ide-ide yang ada ini dapat mempercepat hadirnya kesejahteraan umat, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan ide-ide yang mewujudkan Indonesia sebagai negara baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

Oleh sebab itu, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya letakkan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru