Sambutan Presiden Joko Widodo pada Peluncuran PPh Final 0,5% untuk UMKM, 22 Juni 2018, di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Juni 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 3.192 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastyastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Pak Menko serta para menteri yang hadir pada pagi hari ini,
Yang saya hormati pimpinan dan anggota DPR RI,
Yang saya hormati Gubernur Jawa Timur beserta Ibu,
Yang saya hormati Dirjen Pajak serta Bapak-Ibu sekalian seluruh pengusaha, baik pengusaha mikro, pengusaha kecil, pengusaha menengah yang pada pagi hari ini hadir,
Pangdam dan Kapolda yang saya hormati,
Hadirin dan undangan yang berbahagia.

Pada pagi hari ini pemerintah akan meluncurkan revisi dari PPh final untuk usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah yang sebelumnya PPh finalnya adalah 1 persen. Karena banyak keluhan-keluhan yang masuk kepada saya waktu saya ke desa, waktu saya ke daerah, waktu saya ke kampung, “Pak, 1 persen itu buat UMKM berat Pak.” “Terus yang enggak berat berapa,” saya tanyakan. “Ya, kalau bisa 0,25 Pak.” Kalau diberi kesempatan, milihnya pasti yang kecil. “0,25 Pak.” Saya tanya lagi ke yang lain waktu ke kampung, waktu ke kawasan industri kecil. “Pak, 1 persen itu berat, mohon diturunkan.” “Diturunkan berapa,” saya tanya. “Ya, 0,25 Pak sampai 0,5.” Berarti ini 0,5 kuat, pikiran saya. Kemudian saya perintahkan kepada Menteri Keuangan, kepada Dirjen Pajak untuk coba dihitung lagi sebetulnya total penerimaan pajak dari usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah ini berapa, kemudian kita punya kemampuan berapa untuk memberikan keringanan kepada usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Dihitung-hitung akhirnya ketemunya 0,5 persen. Sudah saya tandatangani kemarin. Artinya ada revisi PP, dari PP 46 Tahun 2013, di situ disampaikan pajak finalnya 1 persen, kemudian di revisi menjadi PP Nomor 23 Tahun 2018 menjadi 0,5 persen.

Tujuannya apa kita meringankan pajak final bagi usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah? Agar usaha mikro ini bisa tumbuh meloncat menjadi usaha kecil, usaha kecilnya juga bisa tumbuh meloncat menjadi usaha menengah, usaha menengah juga bisa meloncat lagi ke level yang lebih atas menjadi usaha yang besar. Pemerintah menginginkan seperti itu.

Tetapi kita juga harus melihat kondisi kompetisi global. Kondisi ekonomi global memang sekarang ini belum baik. Bandingkan dengan negara-negara lain, kita ini patut bersyukur. Alhamdulillah kalau dibandingkan dengan negara-negara ekonomi besar G20 kita ini sekarang pertumbuhan ekonomi kita berada di urutan 3 atau urutan 4. Ini patut kita syukuri karena negara lain sekarang banyak yang kelimpungan, berat. Ya memang kondisi ekonomi global memang baru pada kondisi yang belum membaik, belum normal.

Yang kedua, saya titip ini ada perubahan dunia yang sangat cepat, ada yang namanya revolusi Industri 4.0, revolusi industri keempat yang perubahannya sangat cepat sekali, sangat cepat sekali. Oleh sebab itu, saya titip, saya minta usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah ini menyesuaikan, segera cepat penyesuaian. Jangan ketergantungan jualan langsung. Sekarang ada yang namanya jualan online, online store. Bisa lewat facebook pribadi bisa, gunakan itu. Bisa lewat instagram, silakan gunakan instagram. Bisa lewat promosi dan barang-barangnya ditunjukkan lewat video di youtube, bisa. Silakan itu digunakan.

Karena memang dunia ini sudah berubah. Jangan sampai kita jualan menunggu di toko kita atau di rumah kita padahal dunianya sudah berubah. Orang lain juga sudah berjualan lewat internet. Ini yang harus kita ikuti, hal-hal perubahan-perubahan seperti ini. Dunia sudah berubah begitu sangat cepatnya, kalau kita tidak ikuti ya tahu-tahu negara kita akan ditinggal.

Coba bayangkan sekarang, ini yang bukan dunia usaha, bayangkan sekarang misalnya yang menyapu lantai di tetangga kita di Airport Changi di Singapura sekarang yang menyapu lantai itu robot. Coba, robot menyapu lantai dikendalikan dari kantor, jalan sendiri. Buat rumah ada yang namanya 3D printing. Buat rumah dulu berbulan-bulan sekarang buat rumah sehari selesai, 24 jam selesai. Ini yang harus kita sadari, perubahan sekarang ini cepat sekali.

Dan yang saya lihat yang bisa mengantisipasi perubahan-perubahan seperti ini yang paling cepat dunia usaha. Oleh sebab itu, saya ingin mengingatkan, ini ada perubahan-perubahan yang cepat sekali seperti ini, tolong kita semuanya memahami, mengerti, mengantisipasi, dan mengikuti untuk ikut berubah juga.

Juga hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran. Pembayaran sekarang sudah mulai orang tidak bayar cash lagi, orang enggak bayar pakai kartu kredit lagi, enggak. Sekarang dengan gadget kita, dengan smartphone kita, dengan handphone kita sudah bisa membayar di mana-mana. Negara lain juga sudah melakukan itu. Kita di beberapa kota sudah mulai melakukan itu. Ini juga diikuti.

Di Tiongkok, di China sekarang membayar dengan Alipay. Begitu sangat cepatnya sekarang pembayaran-pembayaran seperti itu. Sekarang di Indonesia juga sama, pesan barang tidak usah ke toko atau datang ke mal, kita dari rumah saja. Saya sendiri sekarang mau pesan sate, tidak usah saya ke warung sate. Dulu saya harus pergi ke warung sate, sekarang dengan go food misalnya, saya minta sate dibelikan sate. Setengah jam sudah datang sampai ke rumah. Mau beli gado-gado dulu saya pergi ke warung gado-gado, sekarang ini aplikasi sistem platform yang ada di semua negara, gado-gado datang setengah jam kemudian. Sudah begitu sangat cepatnya, murah dan cepat. Dan saya titip Bapak-Ibu semuanya juga melakukan perubahan-perubahan seperti ini, mempresentasikan, mempromosikan barang-barangnya lewat online.

Yang ketiga, saya titip, saya tadi di depan sudah melihat beberapa produk-produk dengan packaging yang baik, kemasannya sudah baik tetapi saya melihat juga masih banyak produknya bagus, kemasannya tidak bagus, masih banyak saya lihat. Ini mulai dibenahi, membuat packaging yang baik, membuat kemasan yang baik. Barangnya diberi nama yang baik sehingga gampang dikenal oleh masyarakat dan menarik untuk dibeli oleh konsumen. Kalau perubahan-perubahan ini tidak dilakukan ya ditinggal, ditinggal.

Yang keempat, urusan yang berkaitan dengan perizinan. Mengurus izin masih sulit ndak? Ini juga yang mau kita benahi. Masih sulit ndak? Masih? Masih atau masih? Ini juga yang mau kita benahi. Sudah enggak musimnya lagi mengurus izin sampai berminggu-minggu, sampai berbulan-bulan. Sebentar lagi, ini baru kita siapkan regulasinya, baru kita siapkan peraturannya. Izin sampai berminggu-minggu, membayar lagi.

Saya bisa ngomong seperti ini karena saya mengalami. Saya kan ini dari usaha mikro juga. Saya memulai dari usaha mikro, naik ke kecil, naik ke menengah, sudah setop enggak bisa naik lagi ke besar saya. Tapi saya berdoa semoga Bapak-Ibu semuanya dari mikro bisa naik ke kecil, kecil naik ke menengah, menengah bisa naik ke usaha-usaha besar.

Ini yang baru kita siapkan mengenai peraturan peraturan perizinan agak cepat. Cari SIUP ya datang langsung jadi gitu loh. Kita ingin ya gitu, enggak usah nunggu berhari-hari, berminggu-minggu. Ini saya sudah tugaskan Menko Ekonomi, katanya minggu depan mau. Peraturannya sudah jadi, tadi bisik-bisik kepada saya. Pusat rampung nanti daerah rampung, provinsi rampung, kabupaten dan kota juga selesai. Semuanya harusnya memang serba cepat kalau tidak dalam ekonomi global seperti ini persaingan antarnegara itu begitu sangat ketatnya, begitu sangat perubahannya sangat cepat, kalau kita tidak menyesuaikan ya negara kita bisa ditinggal. Kenapa kita melakukan perubahan-perubahan ini tujuannya ke sana.

Yang kelima yang berkaitan dengan pinjaman ke bank. Masih sulit ndak?  Coba saya minta yang ngomong sulit tadi maju, tunjuk jari dulu, tunjuk jari nanti maju saya tunjuk. Yang pinjam KUR tapi sulit tunjuk jari. Ya boleh Ibu maju. Ini tadi, yang ini Ibu, ya. Mumpung di sini ada Pak Dirut BRI, ada perbankan di sini. Saya mau mengerti betul.

(Dialog Presiden RI dengan Pelaku UMKM)

Baiklah Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati, saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada pagi hari ini. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim hari ini saya luncurkan Pajak Penghasilan (PPh) Final untuk Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah sebesar 0,5%.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru