Sambutan Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi The 2nd International Symposium on Fishcrime, 10 Oktober 2016, di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Oktober 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 4.134 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang Mulia yang hormati Bapak/Ibu sekalian,
Saya merasa terhormat dapat menyambut Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya di Yogyakarta, Indonesia dalam penyelenggaraan acara International Fishcrime Symposium yang kedua.

Sungguh sebuah kebanggaan bagi Indonesia menerima kepercayaan dari komunitas internasional untuk menjadi tuan rumah dari sebuah acara yang sangat penting ini. Sebab simposium ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan aksi bersama kita untuk mengatasi persoalan IUU fishing.

Kita melihat bahwa makin banyak negara dan institusi internasional yang menyadari bahwa IUU fishing adalah kejahatan transnasional yang dampaknya luar biasa, dampaknya mendunia. Dampak negatif tidak terbatas pada industri perikanan saja namun juga mencakup  masalah lingkungan.

Lautan kita yang menutupi 71 persen permukaan bumi terancam keberlanjutannya dengan adanya praktik IUU fishing. Padahal laut adalah sumber pendapatan bagi 520 juta penduduk dunia dan sumber pangan bagi 2,6 miliar orang. Praktik illegal fishing telah mengurangi stok ikan dunia sebesar 90,1 persen. Selain itu illegal fishing juga terkait dengan kejahatan lain  seperti penyelundupan barang dan manusia buruh illegal, penyelundupan narkoba, dan pelanggaran terhadap peraturan perlindungan alam dan kebersihan.

Artinya IUU fishing telah berkembang menjadi kejahatan transnasional yang sangat serius dan terorganisir. Bila IUU fishing terus dibiarkan merajalela maka bumi ini, bumi tempat tinggal kita bersama, rumah kita bersama akan terancam keberlanjutannya. Karena itu sangatlah penting bagi kita untuk memerangi kejahatan transnasional yang terorganisasi tersebut dengan kolaborasi global.

Hadirin yang saya hormati,
Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa kita tidak bisa mendiamkan persoalan IUU fishing. Pada tahun 2014 menurut data Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia berada di peringkat kedua produsen terbesar di dunia untuk ikan laut dengan jumlah tangkapan 6.000.000 ton atau setara dengan 6,8 persen total produksi dunia untuk ikan laut. Kita yakin bahwa angka-angka itu masih di bawah potensi maksimal Indonesia karena masih ada praktik IUU fishing. Karena illegal fishing telah mengakibatkan kerugian ekonomi Indonesia sebesar 20 miliar dolar Amerika per tahun, 20 miliar dolar Amerika per tahun. Termasuk mengancam 65 persen terumbu karang kita.

Oleh karena itu, dalam 2 (dua) tahun terakhir Indonesia terus mengencarkan usaha untuk melawan praktik IUU fishing seperti penangkapan dan penenggelaman 236 kapal pencuri ikan. Dan hasil mulai terlihat. Tingkat eksploitasi ikan di Indonesia mengalami penurunan antara 30-35 persen sehingga memungkinkan kita meningkatkan stok nasional ikan dari 7,3 ton di tahun 2013 menjadi 9,9 juta ton di tahun 2015. Selain itu, dari bulan Januari sampai Juni tahun 2016 ada peningkatan ekspor sebesar 7,34 persen dari produk perikanan Indonesia bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015.

Namun kita tidak cepat berpuas diri dan ingin terus belajar dari keberhasilan negara-negara lain dalam melawan IUU fishing. Sekaligus kita akan dengan senang hati berbagi pengalaman Indonesia kepada negara lain, negara-negara sahabat kami yang baik.

Excellencies ladies and gentlemen,
In this symposium we have experts, practitioners, law enforcers, and other stakeholder related to the fishing industry under one roof. Lets us work together in giving word to a sustainable solution, plan action, and the action itself to eradicate IUU fishing, not only on the repressive aspect but also on the regulatory and technology aspect. It can and has to be done.

With all that, I officially open the 2nd International Fishcrime symposium.

Thank you.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru