Sambutan Presiden Joko Widodo pada Perayaan Dharmasanti Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak 2559 BE/2015, di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 2 Juni 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Juni 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 18.023 Kali

Logo PidatoYang saya hormati para menteri Kabinet Kerja,
Yang Mulia Duta Besar negara-negara sahabat,
Yang saya hormati Gubernur Jawa Tengah beserta Ibu,
Yang saya muliakan para Biksu, para pemuka agama Budha, dan para pemuka agama-agama yang lain,

Hadirin dan tamu undangan yang berbahagia,
Saudara-saudaraku umat Budha sebangsa dan setanah air,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Namo buddhaya.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir di sini dalam rangka peringatan Waisak di pelataran Candi Agung Borobudur yang bersejarah dan indah ini.

Pada kesempatan yang membahagiaan ini, saya ingin menyampaikan salam hormat kepada seluruh umat Budha di seluruh tanah air Indonesia, selamat merayakan Hari Suci Waisak, hari yang disucikan dan dimuliakan oleh seluruh umat Budha di dunia. Semoga perayaan Hari Suci Waisak tahun ini dapat membawa ketentraman, kebahagiaan, dan kedamaian, tidak saja bagi umat Budha tetapi juga bagi umat manusia seluruhnya. Perayaan Hari Suci Waisak tahun ini tentu menjadi momentum bagi umat budha untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur ajaran Sang Budha.

Sidharta Budha Gautama telah mengajarkan dharma yang berisi nilai-nilai universal, falsafah kehidupan yang mendalam, serta pencerahan tentang hakekat dan makna kehidupan umat Budha yang sejati. Budha Gautama juga telah menunjukkan keteladan kepada umat manusia dalam menyempurnakan kebajikan. Diawali dengan sikap dan tekad kuat Pangeran Sidharta dengan meninggalkan kepentingan pribadi untuk mencari jalan kebebasan dari penderitaan sehingga tercapai kebudhaan. Dengan memegang teguh dharma itu, umat Budha akan dapat memahami makna hidup yang sesungguhnya.

Kehidupan Budha Gautama tersebut meneladankan kepada kita bahwa semua perilaku baik demi kepentingan banyak orang yang dilakukan dengan ketulusan hati dan kesungguhan akan memberikan manfaat kepada kemanusiaan untuk masa yang sangat panjang. Budha juga memberikan pencerahan tentang kehidupan yang menyejukan, yang mengajak semua orang untuk berbuat kebajikan dan senantiasa peduli kepada penderitaan sesama umat manusia.

Hadirin yang saya muliakan,
meneladani Sang Budha dimulai dari menghadirkan semangat untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Nilai-nilai kemanusiaan tersebut harus terefleksi dalam perilaku manusia sehari-hari. Bukan hanya untuk selalu membantu mereka yang menderita dan saling membahagiakan sesama namun juga menjadi membahagiakan semua makhluk ciptaan Tuhan dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam dan menghindarkan sifat rakus terhadap alam untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

Dharma juga mengingatkan bahwa perubahan masyarakat harus dimulai dengan perubahan dalam diri setiap individu. Revolusi mental dan karakter yang sesuai ajaran Dharma adalah tanggung jawab masing-masing untuk membangunnya, membangunnya dengan peduli kepada semua yang menderita atau dhana, dengan pengendalian diri untuk berperilaku baik atau sila, dan dengan mengembangkan batin atau samadhi. Dharma yang dilaksanakan dengan baik akan melindungi pelaksanaannya dari kemerosotan dan kehancuran. Itulah pesan yang diberikan Sang Budha.

Nilai-nilai universal dari dharma Sang Budha seperti yang saya katakan tadi sungguh penting artinya bagi kita semua dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Membangun sebuah bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian tentu tidak semudah membalikan tangan. Diperlukan perjuangan, diperlukan pengorbanan dalam menempuh berbagai ujian dan cobaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Budha Gautama. Oleh karena itu, saya mengajak Saudara-saudara sekalian untuk senantiasa merenungkan kembali apa yang telah disampaikan Sang Budha dan menebarkan kebaikan kepada sesama.

Hadirin yang saya hormati, mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya mengajak umat Budha di seluruh tanah air untuk menjadikan peringatan Hari Suci Waisak tahun ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa dan bersama semua anak bangsa untuk tetap menjaga sesanti yang ditulis dalam kitab Sutasoma, Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa.

Demikianlah pesan, harapan, dan ajakan saya pada kesempatan yang membahagiakan ini untuk kita laksanakan bersama. Kepada umat Budha di seluruh tanah air, sekali lagi saya ucapkan selamat merayakan Hari Suci Waisak, semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kecerahan hati dan kedamaikan kepada kita semuanya dalam membangun hari esok yang lebih baik.

Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Namo buddhaya,
Sadu sadu sadu.
Terima kasih.

(Humas Setkab/ES)

Transkrip Pidato Terbaru