Sambutan Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pasar Sambi, 30 Januari 2017, di  Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Januari 2017
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 5.533 Kali

Logo-Pidato2Sugeng enjang,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Niki kadose seneng sedanten, ngaten nggih. Tak tonton kok cerah kabeh.

Pagi hari ini saya berbahagia sekali bisa segera meresmikan Pasar Sambi di Kecamatan Sambi. Kecilan dulu, waktu kecil saya dulu saya sering kesini karena Bapak-Ibu saya kan di Kecamatan Ngemplak. Sebelah mriki, dados sering mriki nggih memper tho. Tapi belum pernah mampir ke Pasar Sambi, saya ngaku apa adanya, belum pernah.

Saya tahu pasar ini sebelumnya seperti apa dan sekarang saya kaget sudah berubah total. Nanti masuk semoga juga pasarnya rapi, bersih, yang datang membeli juga nyaman, senang.

Jangan sampai pasar-pasar rakyat kita kalah dengan supermarket. Nggih mboten? Jangan sampai pasar-pasar rakyat kalah dengan mall, tidak boleh. Milo kedah nanti kalau sudah ini diresmikan betul-betul sareng-sareng dijaga, sareng-sareng dirawat kebersihan terutama, sehingga pembeli itu datang semakin banyak-semakin banyak-semakin banyak. Karena biasanya yang namanya pasar tradisional yang belum dibangun yang saya lihat dari Sabang sampai Merauke biasanya ya kumuh, reget, becek, enggak ada tempat parkir. Sekarang kan ada tempat parkir ini, jadi yang belanja pakai mobil bisa parkir, yang belanja pakai sepeda motor bisa parkir. Itu memberikan kenyamanan.

Ini yang kita bangun pasar dari Sabang sampai Merauke. Nanti memang target dalam 5 tahun ini 5.000. Ya banyak sekali memang, 5.000 itu banyak. Tapi itu target kalau tidak nanti pasar rakyat akan kalah dengan pasar-pasar modern, mall, supermarket, hypermarket. Enggak mau, saya enggak mau, enggak mau.

Tapi ini kalau tidak dipelihara bersama-sama juga bisa kalah. Sekarang kan supermarket, minimarket, hypermarket mlebet ngangge AC, nggih mboten? Mriki ngangge AC mboten? Tidak perlu sebetulnya, tidak usah pakai AC asal rapi, asal bersih, nggih tho? Konsumen/pembeli kalau datang juga disapa yang ramah, pakai senyum. Ojo mengke sing konsumen datang digethak, “tumbas nopo?” Ken balik melih ngaten loh. Opo sing biasane tuku sekilo dadi tuku rong kilo. Konsumen dimanapun itu harus raja.

Yen sadeyan saya juga titip yang rapi bajunya. Kalau sekarang saya lihat rapi-rapi semua, cantik-cantik semua, karena pas mau saya mau datang. Coba nanti saya sidak, kapan-kapan sidak ke sini, pas hari biasa, coba. Apa ya sama dengan yang sekarang? Ah nopo nggih? Nggih.

Saya titip itu saja, nggih, dirawat, dijaga, yang bersih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru