Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Peresmian PLTP Kamojang Unit 5 dan Proyek-proyek Pengembangan Geothermal Di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 5 Juli 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Juli 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 13.218 Kali

Logo PidatoAssalamualaikum wr. Wb.

Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati seluruh Menteri Kabinet Kerja, yang saya hormati Wakil Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung, Bupati Garut, yang saya hormati Direktur Utama Pertamina, dan Direktur Utama PT PGE.

Hadirin dan tamu undangan, seluruh masyarakat Garut dan Bandung yang pada pagi hari ini hadir.

Tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pertamina, bahwa ada kapasitas 28 ribu MW di seluruh Indonesia untuk potensi geothermal. Geothermal ini sangat ramah lingkungan, tetapi kita tidak pernah fokus ke geothermal ini. Juga ke yang lain seperti angin, ombak, matahari, biomassa. Sehingga secara khusus pada hari ini saya ingin memerintahkan kepada Menko, kepada Menteri BUMN, kepada Menteri ESDM, agar ke depan pembangkit listrik yang ramah lingkungan lebih diberikan prioritas, karena memang kita mempunyai kekuatan dan potensi.

Dari target yang ingin kita bangun selama lima tahun yaitu 35 ribu MW, memang mungkin hampir 90 persen lebih masih tertumpu lada batubara. Ini mulai harus digeser, dirubah. Kita mempunyai kekuatan geothermal 28 ribu, nanti ada angin bisa berapa ribu, ombak, matahari, biomassa bisa berapa ribu.

Meskipun, mungkin biayanya jauh lebih mahal, saya kira tidak ada masalah. Oleh sebab itu, nantinya kita harus berikan insentif khusus bagi pembangkit listrik untuk yang ramah lingkungan. Rate-nya ditinggikan sedikit tidak apa-apa.

Biar orang berbondong-bondong untuk masuk ke investasi ini. Jangan disamakan dengan batubara. Kita kan punya kekuatan dan potensi, jadi kalau semuanya konsentrasi ke batubara, begitu habis kita tidak siap dengan geothermal, angin, ombak, surya, biomassa, bingung kita nanti.

Yang kedua, di setiap saya hadir, di provinsi, kabupaten, kota, selalu keluhannya sama. Listrik mati 8 jam, mati 12 jam, setengah hari, empat jam, tiga kali sehari. Itu terus.

Oleh sebab itu, kenapa kita targertkan 35 ribu MW bukan asal target. Ini kebutuhan yang harus kita kejar. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini, saya juga sampaikan bahwa target 35 ribu ini bukan target main-main, selalu saya ikuti tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, saya suruh paparkan progresnya seperti apa, perkembangannya seperti apa, yang di sini sudah selesai seperti apa.

Contoh yang besar seperti Batang sudah rampung atau belum. Sudah selesai baru kemarin akhir Juni, tanggal 1 Juli memang targetnya masalah yang berkaitan karena problemnya ada di pembebasan lahan. Setelah sisi administrasi, sisi payung hukum, semuanya yang kemarin sudah menjadi masalah sudah selesai. Sehingga kita harapkan sebulan ini moga-moga masalah pembebasan lahan betul-betul sudah rampung. Dan segera dimulai, karena itu juga menyangkut suplai pasokan listrik di Jawa yang juga sangat kita butuhkan dan sudah terlambat hampir empat tahun.

Hadirin sekalian yang berbahagia, saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan dengan mengucap bismillahirramanirrahim Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kamojang Unit 5 dan Groundbreaking Proyek-Proyek Pengembangan Geothermal pada pagi hari ini saya nyatakan diresmikan dan dimulai.

Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wb.

(Humas Setkab)

 

 

Transkrip Pidato Terbaru